Percaya atau tidak ?, bahwa setiap insan pencinta WordPress ternyata mempunyai makanan favoritnya masing-masing. Beberapa pengguna WordPress yang dikodratkan sebagai kaum ibu, juga dipastikan mempunyai resep masakan ter-favorit-nya untuk dimasak, diolah kemudian disajikan dalam suasana kehangatan keluarganya masing-masing.
Tetapi maaf, entry ini tidak bermaksud membahas resep masakan seorang WordPress Mania atau makanan dan hidangan favorit seorang WordPress Lovers. Posting ini adalah versi ke sekian ratus juta tentang langkah demi langkah upgrade weblog atau blog dengan core engine WordPress secara manual.
Setelah menyelesaikan proses belajar SEO pada materi relevancy NoFollow, dan beropini tentang kebingungan memilih antara mempertahankan status NoFollow atau menjadikannya sebagai DoFollow pada NoFollow vs DoFollow. Sekarang saatnya memproklamirkan pilihan untuk menjadi NoFollow yang tidak pelit-pelit amat dengan mengembangkan ide penganut “u comment, i follow” menjadi “u keep commenting, i always follow”. Mau ikutan ?
Melanjutkan tulisan tentang atribut NoFollow pada SEO Guide, posting berikut adalah sebuah opini pribadi tentang pertempuran yang sangat jauh berbeda dengan pertandingan tinju atau sparing dua klub sepakbola. Ada yang menang dan ada yang kalah, ada skor yang menentukan sebuah kekalahan atau kemenangan. Perebutan gelar sebagai yang terbaik untuk dipilih ini, tetap menjadi misteri “Mana yang lebih menjanjikan ? Menjadi No-DoFollow/NoFollow atau DoFollow ?”. Penasaran ?….berikut adalah alasan-alasan memilih satu diantaranya.
Side22Press is the online learning journal & portfolio of
Handoko Harry
, just a person from
Klaten, Indonesia.