<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Side22Press &#187; HTML CSS</title>
	<atom:link href="http://side22.com/category/html-css/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://side22.com</link>
	<description>Learning Opinion Web Blog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Apr 2012 07:52:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Jika IF adalah IS, apakah WHAT itu ?</title>
		<link>http://side22.com/2010/testing-elemen-markah-sesi-1</link>
		<comments>http://side22.com/2010/testing-elemen-markah-sesi-1#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 00:32:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
				<category><![CDATA[HTML CSS]]></category>
		<category><![CDATA[elemen]]></category>
		<category><![CDATA[markah]]></category>
		<category><![CDATA[semantik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://side22.com/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[Jika artikel semacam ini, di tuliskan bersamaan dengan proses pembuatan desain sebuah tema, menyertai sebuah pemahaman serta pembelajaran elemen elemen dalam Bahasa Markah Hiper Teks (BMHT). Maka seharusnya, pertanyaan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<strong>Jika</strong> artikel semacam ini, di tuliskan bersamaan dengan proses pembuatan desain sebuah tema, menyertai sebuah pemahaman serta pembelajaran elemen elemen dalam Bahasa Markah Hiper Teks (BMHT). Maka seharusnya, pertanyaan dan kerumitan berikut di bawah ini tidak perlu muncul ke permukaan. Meskipun dapat di tenggelamkan kembali dengan perdebatan batin ;<br />
<q><em>Sedang sibuk</em> belajar, sehingga lupa <dfn>berkarya</dfn> atau membuat sebuah karya ?</q>.<br />
<em>ataukah</em>&#8230;<br />
<q><em>Terlalu sibuk</em> berkarya, sehingga <cite lang="en">Learning Opinion Web Blog</cite> sebagai <span lang="en">tagline</span> blog, pada akhirnya hanya menjadi sebuah pajangan ?.</q>
</p>
<p><span lang="en"><strong>If</strong> there</span>&#8230; ah&#8230; jika kelak harus mengikuti standar baru cara menulis Bahasa Markah Hiper Teks (BMHT). Jika di kemudian hari, <span lang="en">User Angent (UA)</span> peramban sudah menggunakan rekomendasi termutakhir saat me<span lang="en">render</span> sebuah elemen. Maka biarlah dokumentasi ini yang akan saya tengok pertama kali saat perubahan itu terjadi.</p>
<p>Tabel berikut ini hanya memuat beberapa elemen yang secara standar akan di cetak miring oleh peramban. Tulisan ini tidak di peruntukkan bagi pakar pakar CSS, karena hanya akan di pergunakan sebagai pengingat pribadi untuk tidak berboros bita dengan lembar gaya <span lang="en">Cascading Style Sheet (CSS)</span> hanya untuk memiringkan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu di miringkan.<em>Kecuali</em> anda mempunyai tujuan yang lain&#8230; <dfn>monggo</dfn> alias silahkan, terserah pembaca.</p>
<table summary="Tabel elemen markah hiper teks yang akan di cetak miring secara default oleh UA peramban.">
<caption>Elemen elemen berikut, standarnya akan di <span lang="en">render</span> miring oleh <span lang="en">User Agent (UA)</span> peramban.</caption>
<thead>
<tr>
<th>No.</th>
<th>Elemen</th>
<th>Contoh Penggunaan</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>1</td>
<td><code>address</code></td>
<td>
<address>Untuk keperluan pribadi, silahkan hubungi <a href="mailto:handoko.harry@gmail.com" rel="nofollow">Handoko Harry</a>.</address>
</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td><code>cite</code></td>
<td>Blog pemelajaran yang paling aneh adalah <cite lang="en">Side22Press</cite> milik Handoko Harry.</td>
</tr>
<tr>
<td>3</td>
<td><code>dfn</code></td>
<td>
<p><span lang="en">Learning Opinion Web Blog <dfn><abbr title="Learning Opinion Web blog">LOW</abbr></dfn></span> adalah opini pembelajaran web blog.</p>
<p>Saya akan berpikir dua kali untuk menjadikan artikel LOW, sebagai referensi tulisan di blog pribadi saya.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td><code>em</code> &amp; <code>i</code></td>
<td>Tulisan yang dipublikasikan <abbr title="Learning Opinion Web Blog" lang="en">LOW</abbr>, kadang kadang <em>lebih sering</em> membingungkan pembaca daripada mencerahkannya.</td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td><code>var</code></td>
<td>Sial&#8230; blog ini belum/tidak menggunakan <code>MathML</code>. Tetapi&#8230; jika <samp>(a b)</samp> adalah matrik, maka <samp>(<var>x</var>,<var>y2</var>)</samp> adalah <samp>b</samp>.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>
<q><strong>Adalah</strong> dinamakan sebagai sebuah pemelajaran, karena tabel diatas pasti masih menyisakan banyak kekurangan.</q><br />
<q lang="en"><strong>Is</strong> it neccessary to discuss ?</q><br />
<q><strong>Apakah</strong> masih perlu untuk di diskusikan lagi ? <span lang="en">It&#8217;s about <em>coding dicipline</em>, and all yours</span>.</q><br />
<q><span lang="en"><strong>What</strong> will be happen</span>, happen<strong><em>lah</em></strong>.</q><br />
<q><strong>Itu</strong> maksudnya, apakah saya masih terlihat menulis sebuah tutorial ?</q><br />
<q>&#8230;</q></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://side22.com/2010/testing-elemen-markah-sesi-1/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keteraksesan kata-kata Istimewa dalam Senarai</title>
		<link>http://side22.com/2010/keteraksesan-istilah-dalam-senarai</link>
		<comments>http://side22.com/2010/keteraksesan-istilah-dalam-senarai#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 05:41:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
				<category><![CDATA[HTML CSS]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[istilah]]></category>
		<category><![CDATA[keteraksesan]]></category>
		<category><![CDATA[self assessment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://side22.com/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan pembelajaran ketiga tentang senarai ini, diambil dari sudut pandang Readable, pada kriteria sukses unusual words yaitu kata-kata yang tidak lazim (biasa dipergunakan secara umum dalam bahasa tulis dan bahasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan pembelajaran ketiga tentang senarai ini, diambil dari sudut pandang <em>Readable</em>, pada kriteria sukses <dfn>unusual words</dfn> yaitu kata-kata yang tidak <em>lazim</em> (biasa dipergunakan secara umum dalam bahasa tulis dan bahasa lisan) dari dokumen &#39;petunjuk keteraksesan isi web&#39; &#8211; <abbr title="Web Content Accessibility Guidelines"  lang="en">WCAG</abbr>. Pada konteks tulisan ini, kata yang tidak umum tersebut akan ditulis sebagai kata-kata yang perlu di istimewakan.</p>
<p>Pembelajaran ini masih berhubungan dengan tulisan tentang petunjuk keteraksesan isi web &#8211; <em>Navigable</em>, pada tulisan <a href="tag-ul-untuk-list-pranala-menu.html">senarai pranala</a><span class="side22in"></span>, dan masih berkaitan juga dengan inteprestasi <em>Adaptable</em> &#8211; kriteria sukses <em>info and relationships</em> pada tulisan <a href="elemen-html-lists-pada-konten.html">elemen <abbr lang="id" title="Bahasa Markah Hiper Teks">BMHT</abbr> yang semantik untuk senarai</a><span class="side22in"></span>.</p>
<p>Dari paragraf pertama tulisan ini, teknik mengistimewakan sebuah kata atau frase sudah diterapkan secara langsung. Kombinasi elemen definisi dalam baris <code>&lt;dfn&gt;</code> dan tanda kurung buka &#8211; kurung tutup, dipergunakan untuk mengistimewakan kata &#39;unusual words&#39; dan kata &#39;lazim&#39;. Tetapi, tulisan ini tidak mentitikberatkan penggunaan elemen <code>&lt;dfn&gt;</code>, melainkan difokuskan pada latihan pengistimewaan kata dengan menggunakan senarai untuk tujuan keteraksesan.</p>
<p>Beberapa kata yang dipergunakan dalam penajukan tulisan ( &#39;keteraksesan istilah dalam senarai&#39; ) sampai dengan paragraf ini, perlu untuk di istimewakan dalam senarai <abbr title="sebagai berikut" lang="id">sbb</abbr> (sebagai berikut) ;</p>
<dl>
<dt><strong>Senarai</strong></dt>
<dd>
<p><strong>Sumber</strong> : <a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/"><abbr title="Kamus Besar Bahasa Indonesia" lang="id">KBBI</abbr> Daring</a><span class="side22out"></span>.</p>
<p class="side22q"><strong>se·na·rai</strong> <em>n</em> daftar: &#8212; <em>nama pengarang; &#8212; harga barang; &#8212; kata asing</em><br /><strong>me·nye·na·rai·kan</strong> <em>v</em> membuat senarai; menuliskan dalam bentuk daftar: &#8211; <em>judul buku yg diterima perpustakaan</em></p>
</dd>
<dt><strong>Keteraksesan</strong></dt>
<dd>
<p><strong>Sumber</strong> : <a href="http://vlsm.org/etc/baku-0.txt">Panduan Pembakuan Istilah</a><span class="side22out"></span> &#8212; &#34;Pedoman Khusus Pemakaian Istilah Komputer&#34;, Butir 3.</p>
<p class="side22q"><em>Dari istilah akses (access) dapat  diturunkan pengakses (accessor), terakseskan (accessible), keteraksesan (accessibility), aksesi (accession), dan seterusnya</em>.</p>
</dd>
<dt><strong>Penajukan</strong></dt>
<dd>
<p><strong>Sumber</strong> : <a href="http://vlsm.org/etc/baku-0.txt" rel="nofollow">Panduan Pembakuan Istilah</a><span class="side22out"></span> &#8212; &#34;Senarai Padanan Istilah&#34;.</p>
<p><strong>Tujuan</strong> : Konsistensi pribadi saat menggunakan kata <em>judul</em> untuk elemen <code>&lt;title&gt;</code> yang ditempatkan dalam tajuk halaman web &#8212; <code>&lt;head&gt;</code> dan kata <em>penajukan</em> untuk elemen <code>&lt;h1&gt;...&lt;h6&gt;</code> yang diletakkan dalam badan halaman web &#8212; <code>&lt;body&gt;</code>.</p>
</dd>
</dl>
<p>Blog ini bukan dokumentasi teknis dan pengelolanya bukan seorang ahli bahasa, bukan pengembang perangkat lunak maupun pengembang perangkat keras. Pengelola blog ini hanyalah sebagian kecil rakyat Indonesia yang ingin mencintai istilah-istilah komputer dalam bahasa Indonesia dan hanya sekedar ingin konsisten dalam pembelajaran ini.</p>
<p class="side22scnote">Pembaca budiman yang mengetahui adanya pemutakhiran dokumen <em>Panduan Pembakuan Istilah</em> diatas, Mohon saran dan koreksinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://side22.com/2010/keteraksesan-istilah-dalam-senarai/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masih Enggan Meninggalkan Atribut Target ?</title>
		<link>http://side22.com/2010/atribut-target-pada-elemen-anchor</link>
		<comments>http://side22.com/2010/atribut-target-pada-elemen-anchor#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 08:08:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
				<category><![CDATA[HTML CSS]]></category>
		<category><![CDATA[kebergunaan]]></category>
		<category><![CDATA[personal improvement]]></category>
		<category><![CDATA[solution]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://side22.com/?p=556</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Yrrah &#8211;tema WordPress&#8211; terpakai, menggunakan format dokumen XHTML 1.0 Strict dan meninggalkan format DTD XHTML 1.0 Transitional. Setelah sekitar 6 (enam) bulan yang lalu sempat menuliskan sebuah kuotasi pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah Yrrah &#8211;tema WordPress&#8211; terpakai, menggunakan format dokumen <abbr title="eXtended HyperText Markup Language">XHTML</abbr> 1.0 Strict dan meninggalkan format <abbr title="Document Type Definition">DTD</abbr> <abbr>XHTML</abbr> 1.0 Transitional. Setelah sekitar 6 (enam) bulan yang lalu sempat menuliskan sebuah kuotasi pada tulisan <a href="better-anchor-text-for-better-seo.html">anchor text yang baik</a><span class="side22in"></span> sebagai berikut ;</p>
<p class="side22q">Sedikit catatan untuk halaman HTML dengan tipe dokumen DTD Strict : Atribut target sudah tidak disarankan untuk dipergunakan<a href="http://side22.com/">.</a></p>
<p>Tulisan ini hanyalah sebuah penegasan pribadi ketika harus mulai menanggalkan kebiasaan menulis atribut target pada lingkungan elemen <em>anchor</em> <code>&lt;a&gt;</code></p>
<h3>Atribut <code>target</code> pada konteks keleluasaan Pengguna ?</h3>
<p><abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> 4.01 Transitional dan <abbr title="eXtended HyperText Markup Language">XHTML</abbr> 1.0 Transitional mengijinkan penggunaan atribut <code>target</code> pada elemen <em>anchor</em> <code>&lt;a&gt;</code>, untuk membuka jendela baru yang menampilkan halaman yang ditautkan pada pranala. Teknik pada tipe dokumen transitional ini dimaksudkan untuk menghindari munculnya jendela <em>pop-ups</em> yang berpeluang membuat bingung beberapa pengguna.</p>
<p>Mengakomodasi keleluasaan pengguna dalam memprediksi halaman yang akan muncul pada layar komputer dihadapannya, dengan mengikuti teknik <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> dan <abbr title="eXtended HyperText Markup Language">XHTML</abbr> diatas, adalah salah satu contoh-situasi pada pemahaman dan pembelajaran kriteria-sukses <a href="http://www.w3.org/TR/UNDERSTANDING-WCAG20/consistent-behavior-no-extreme-changes-context.html"><abbr title="Web Content Accessibility Guidelines">WCAG</abbr> 2.0 &#8211; Change on Request</a><span class="side22out"></span>. <em>&#34;Changes of context are initiated only by user request or a mechanism is available to turn off such changes. (Level AAA) &#34;</em></p>
<p class="side22q">&#8230;to eliminate potential confusion that may be caused by unexpected changes of context such as automatic launching of new windows&#8230;</p>
<p><em>&#34;Bagaimana dengan kekeluasaan pengguna pada tipe dokumen yang <span lang="en">strict</span>-<span lang="id">ketat</span> ?&#34;</em>. Dari pertanyaan inilah beberapa webmaster menganggap bahwa tipe dokumen transitional lebih memberikan keleluasaan pada pengguna saat memprediksi perubahan konten, dibanding tipe dokumen yang strict. <strong>Benar</strong>, sampai kalimat ini anggapan tersebut adalah benar, dan rasa enggan untuk berpindah haluan menggunakan tipe dokumen yang ketat adalah wajar.</p>
<h3>Bungkukkan badan, sedikit saja&#8230;</h3>
<p>Kebiasaan &#34;membungkukkan badan&#34; di budaya timur tidak usah diperjelas pada konteks tulisan ini. Anda lebih memahaminya dibanding saya.</p>
<p>Tulisan ini tidak bermaksud menyerang, offensive, menuduh apalagi menghakimi. <em>Tetapi</em>, menganggap, menyamaratakan semua pengunjung atau pengguna secara umum &#8211; <em>general user</em> sebagai yang primitif, adalah lebih primitif dalam konteks ketersediaan fitur-fitur canggih pada peramban-peramban modern yang ada saat ini.</p>
<p>Menghubungkan strict doctype yang sepintas tidak mendukung kriteria sukses perubahan konteks atas kehendak pengguna berkaitan dengan peniadaan atribut <code>target</code>, harus menghubungkan kembali dengan maksud dan tujuan yang belum tercapai pada tulisan <a href="simple-web-design-for-modern-ua.html">Modern <abbr title="User Agent">UA</abbr>-Peramban</a><span class="side22in"></span>. Kemudian, yang disebut dibawah ini hanya sebagian kecil dari hubungan termaksud, <em>Apa pendapat anda tentang :</em></p>
<ol>
<li>Tombol-tombol : &#34;Go back one page&#34; pada Mozilla Firefox, &#34;Back(Alt+Left)&#34; pada Opera, &#34;Click to go back, hold to see history&#34; pada Google Chrome, &#34;Show the previous page&#34; pada Safari, serta &#34;Back&#34; pada Microsoft IE ?.</li>
<li>Sebaris <abbr title="Universal Resource Locator">URL</abbr> yang muncul pada <em>status bar</em> saat melakukan <em>hover</em> pada sebuah pranala ?</li>
<li>Penambahan fitur &#34;Tab Sheet&#34; pada peramban-peramban populer ?</li>
</ol>
<p>Sekian saja penegasan pribadi tentang atribut target yang harus ditinggalkan dari lingkungan elemen anchor <code>&lt;a&gt;</code>. Mudah-mudahan, anda,&#8230; pengembang-pengembang peramban mengerti isyarat &#34;membungkukkan badan&#34; yang saya lakukan. Karena sebagai <em>enduser</em>, hanya sebatas itu yang bisa saya lakukan untuk anda sekalian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://side22.com/2010/atribut-target-pada-elemen-anchor/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Elemen HTML Lists yang Semantik pada Konten</title>
		<link>http://side22.com/2010/elemen-html-lists-pada-konten</link>
		<comments>http://side22.com/2010/elemen-html-lists-pada-konten#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 15:21:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
				<category><![CDATA[HTML CSS]]></category>
		<category><![CDATA[elemen]]></category>
		<category><![CDATA[lists]]></category>
		<category><![CDATA[tag html]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://side22.com/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa kesalahan saat menggunakan, menyajikan markah lists pada konten yang bersifat teknis atau tutorial, mungkin saja terjadi. Kesalahan tersebut bisa menyebabkan konten tidak lolos test validasi HTML menggunakan perangkat W3C [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa kesalahan saat menggunakan, menyajikan markah <span lang="en"><em>lists</em></span> pada konten yang bersifat teknis atau tutorial, mungkin saja terjadi. Kesalahan tersebut bisa menyebabkan konten tidak lolos test validasi <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> menggunakan perangkat <a href="http://validator.w3.org/"><abbr title="World Wide Web Consortium">W3C</abbr> Markup Validator</a><span class="side22out"></span>. Bagi blogger yang cinta pada <em>badge</em> atau logo validasi serta mempunyai semangat untuk berdisiplin dalam <em>coding</em>, tentu sebuah pengalaman yang tidak menyenangkan hati ketika harus berhadapan dengan kata <em>inkonsistensi</em>.</p>
<p>Haruskah kemudian menjadi jera dan menanggalkan cara penulisan markah <abbr>HTML</abbr> lists yang semantik dari sebuah konten ? Jangan pernah (pikirkan dan lakukan).</p>
<h3>Sekilas tentang <abbr>HTML</abbr> Lists</h3>
<p><abbr>HTML</abbr> telah menyediakan 3 (tiga) mekanisme untuk menentukan daftar informasi (lists of information), yaitu ;</p>
<dl>
<dt><strong>Unordered List</strong></dt>
<dd>
<p>Elemen <abbr>HTML</abbr> ini dituliskan dengan kode markah (tag) <code>&lt;<abbr title="unordered list">ul</abbr>&gt;&lt;&#47;ul&gt;</code>. Pada konteks penulisan sebuah konten (tulisan ini), tag <abbr>ul</abbr> dapat dimanfaatkan untuk menempatkan daftar item ( <abbr title="list item">li</abbr> ) yang <strong>tidak</strong> memerlukan penekanan khusus.</p>
</dd>
<dt><strong>Ordered List</strong></dt>
<dd>
<p>Dalam <abbr>HTML</abbr>, elemen ini dikodekan dengan tag <code>&lt;<abbr title="ordered list">ol</abbr>&gt;&lt;&#47;ol&gt;</code>. Berkebalikan dengan tag <abbr>ul</abbr>, pada konteks penulisan sebuah konten, tag <abbr>ol</abbr> dipergunakan untuk menempatkan daftar item (<abbr>li</abbr>) yang memerlukan penekanan khusus<a href="http://side22.com/">.</a> Misalnya, untuk menuliskan langkah-langkah yang harus dilakukan pada sebuah konten tutorial.</p>
</dd>
<dt><strong>Definition List</strong></dt>
<dd>Daftar definisi dibuat menggunakan elemen <code>&lt;<abbr title="definition list">dl</abbr>&gt;&lt;&#47;dl&gt;</code>. Pada sebuah konten<a href="http://side22.com/">,</a> elemen <abbr>HTML</abbr> ini biasanya dipergunakan untuk menuliskan beberapa istilah beserta definisi atau penjelasannya. (seperti yang sedang anda baca saat ini).</dd>
</dl>
<p>Lebih lanjut tentang elemen-elemen list pada <abbr>HTML</abbr> dapat dibaca di <a href="http://www.w3.org/TR/html401/struct/lists.html" title="W3C-HTML 4.01 Specification-Lists"><abbr title="World Wide Web Consortium">W3C</abbr>-Standar Spesifikasi List</a><span class="side22out"></span>.</p>
<h3>Elemen List yang Semantik pada Konten</h3>
<p>Pada tujuan yang berbeda dari tulisan ini, seperti untuk membangun struktur website yang <em>accessible</em> dan <em>navigable</em>, tag <abbr>ul</abbr> biasanya dipergunakan untuk membangun blok menu berisi daftar tautan, pranala antar halaman atau posting. Lebih lanjut, dapat dibaca pada tulisan <a href="tag-ul-untuk-list-pranala-menu.html">tag <abbr>ul</abbr> untuk list pranala menu</a><span class="side22in"></span>. Jangan lupa membaca <a href="tag-ul-untuk-list-pranala-menu.html/comment-page-1#comment-371">tautan komentar</a><span class="side22in"></span> dari <a href="http://daniiswara.com/">unessential weblog</a><span class="side22out"></span>-nya Pak Dani Iswara.</p>
<p>Kembali pada interpretasi penggunaan elemen lists <abbr>HTML</abbr> yang semantik pada konten, tulisan ini tidak bermaksud menjelaskan benefit yang didapat dari disiplin koding dengan markah <abbr>HTML</abbr> yang benar, valid, dan berguna. Tetapi contoh penerapan langsung elemen lists <abbr>HTML</abbr> pada tulisan ini, dilakukan pada pendekatan :</p>
<ol>
<li>
<h4>Semboyan WordPress</h4>
<p class="side22q">WordPress is a state-of-the-art publishing platform with a focus on aesthetics, web standards, and usability.</p>
<p>Pengguna WordPress tentu tidak asing dengan semboyan diatas. Selanjutnya bagaimana jika dihadapkan pada tantangan penulisan yang semantik menggunakan elemen lists untuk istilah-istilah &#34;aesthetics&#34;, &#34;web standards&#34;, dan &#34;usability&#34; diatas ?. Yup. Karena heading yang saya pergunakan hanya sampai level-4, maka ;</p>
<ul class="side22lisua">
<li>
<p>Markah elemen list <abbr>HTML</abbr> berikut seharusnya sudah sama-sama semantik :</p>
<dl>
<dt><strong>aesthetics</strong></dt>
<dd>aesthetics adalah blah blah blah&#8230;</dd>
<dt><strong>web-standards</strong></dt>
<dd>web-standards adalah blah blah blah&#8230;</dd>
<dt><strong>usability</strong></dt>
<dd>usability adalah blah blah blah&#8230;</dd>
</dl>
<pre>
&lt;ol&gt;
&nbsp;&lt;li&gt;
&nbsp;&nbsp;&lt;h4&gt;Semboyan WordPress&lt;&#47;h4&gt;
&nbsp;&nbsp;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;WordPress is...&lt;&#47;p&gt;&lt;&#47;blockquote&gt;
&nbsp;&nbsp;&lt;p&gt;Pengguna WordPress...&lt;&#47;p&gt;
&nbsp;&nbsp;&lt;ul&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;li&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;p&gt;Markah elemen list...&lt;&#47;p&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;dl&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;dt&gt;&lt;strong&gt;aesthetics&lt;&#47;strong&gt;&lt;&#47;dt&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;dd&gt;aesthetics adalah blah blah blah...&lt;&#47;dd&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;dt&gt;&lt;strong&gt;web-standards&lt;&#47;strong&gt;&lt;&#47;dt&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;dd&gt;web-standards adalah blah blah blah...&lt;&#47;dd&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;dt&gt;&lt;strong&gt;usability&lt;&#47;strong&gt;&lt;&#47;dt&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;dd&gt;usability adalah blah blah blah...&lt;&#47;dd&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;&#47;dl&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;&#47;li&gt;
&nbsp;&nbsp;&lt;&#47;ul&gt;
&nbsp;&lt;&#47;li&gt;
&lt;&#47;ol&gt;
</pre>
</li>
<li>
<p>Jika dibandingkan dengan penggunaan markah list seperti berikut :</p>
<ul>
<li>
<h5>aesthetics</h5>
<p>aesthetics adalah blah blah blah&#8230;</p>
</li>
<li>
<h5>web-standards</h5>
<p>web-standards adalah blah blah blah&#8230;</p>
</li>
<li>
<h5>usability</h5>
<p>usability adalah blah blah blah&#8230;</p>
</li>
</ul>
<pre>
&lt;ol&gt;
&nbsp;&lt;li&gt;
&nbsp;&nbsp;&lt;h4&gt;Semboyan WordPress&lt;&#47;h4&gt;
&nbsp;&nbsp;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;WordPress is...&lt;&#47;p&gt;&lt;&#47;blockquote&gt;
&nbsp;&nbsp;&lt;p&gt;Pengguna WordPress...&lt;&#47;p&gt;
&nbsp;&nbsp;&lt;ul&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;li&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;p&gt;Jika dibandingkan dengan...&lt;&#47;p&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;ul&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;li&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;h5&gt;aesthetics&lt;&#47;h5&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;p&gt;aesthetics adalah blah blah blah...&lt;&#47;p&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;&#47;li&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;li&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;h5&gt;web-standards&lt;&#47;h5&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;p&gt;web-standards adalah blah blah blah...&lt;&#47;p&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;&#47;li&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;li&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;h5&gt;usability&lt;&#47;h5&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;p&gt;usability adalah blah blah blah...&lt;&#47;p&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;&#47;li&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;&#47;ul&gt;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&lt;&#47;li&gt;
&nbsp;&nbsp;&lt;&#47;ul&gt;
&nbsp;&lt;&#47;li&gt;
&lt;&#47;ol&gt;
</pre>
</li>
</ul>
</li>
<li>
<h4>Konten yang Adaptable dengan Elemen <abbr>HTML</abbr>-Lists</h4>
<p>Jika pada tulisan sebelumnya (yang tersebut diatas), penggunaan elemen lists dilakukan dari sudut interpretasi <em>navigable</em>. Maka dalam tulisan ini penggunaan elemen lists pada sebuah konten diambil dari sudut interpretasi <em>Adaptable</em></p>
<p class="side22q">Create content that can be presented in different ways (for example simpler layout) without losing information or structure.</p>
<p>Sebuah konten sebaiknya dapat dipresentasikan, disajikan juga dengan beberapa cara tanpa harus kehilangan informasi dan atau strukturnya<a href="http://side22.com/">.</a> Petikan dibawah ini adalah diskripsi &#34;Penggunaan <abbr>ol</abbr>, <abbr>ul</abbr> dan <abbr>dl</abbr> untuk lists atau daftar item&#34;, yang diambil dari dokumen rekomendasi &#34;Techniques for <abbr title="Web Content Accessibility Guidelines">WCAG</abbr> 2.0&#34; pada <a href="http://www.w3.org/TR/2008/NOTE-WCAG20-TECHS-20081211/html#H48">teknik <abbr>HTML</abbr> dan <abbr>XHTML</abbr></a><span class="side22out"></span></p>
<p class="side22q">&#8230;create lists of related items using list elements appropriate for their purposes. The <abbr>ol</abbr> element is used when the list is ordered and the <abbr>ul</abbr> element is used when the list is unordered. Definition lists (dl) are used to group terms with their definitions&#8230;</p>
</li>
</ol>
<p>Sekali lagi, jika ada yang mempertanyakan benefit dari disiplin koding. <em>Jawabannya</em> tidak ada kecuali hanya sebuah kalimat &#34;<em>This document was successfully checked as&#8230; Result:Passed</em>&#34;. Tetapi dengan memberikan struktur yang semantik dalam sebuah konten, termasuk didalamnya penggunaan elemen lists secara tepat-guna (seperti maksud yang terkandung pada tulisan ini). Maka, setidaknya konten yang dibuat telah siap dibaca mesin, <em>Assitive Technologies</em> dan manusia, baik yang normal serta yang disebut sebagai penyandang disabilitas.</p>
<p><small>ug13usc131</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://side22.com/2010/elemen-html-lists-pada-konten/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Parse error Lexical error, Pesan Kesalahan Validasi Markah</title>
		<link>http://side22.com/2010/parse-error-lexical-error-pesan-kesalahan-validasi-markah</link>
		<comments>http://side22.com/2010/parse-error-lexical-error-pesan-kesalahan-validasi-markah#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 16:02:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
				<category><![CDATA[HTML CSS]]></category>
		<category><![CDATA[css]]></category>
		<category><![CDATA[html]]></category>
		<category><![CDATA[lexical error]]></category>
		<category><![CDATA[parse error]]></category>
		<category><![CDATA[tema]]></category>
		<category><![CDATA[validasi]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://side22.com/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Dokumentasi pribadi ini di inspirasi oleh cerita Pak Aldy M. Aripin, pada tulisan Kegagalan validasi CSS level 2.1 saat melakukan pengembangan tema WordPress di personfield beliau. Sebelum menuliskan yang berbau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dokumentasi pribadi ini di inspirasi oleh cerita <a class="side22out" href="http://personfield.web.id/about">Pak Aldy M. Aripin</a>, pada tulisan <a class="side22out" href="http://personfield.web.id/2010/05/13/maaf-template-ini-menjadi-tidak-valid-css-2-1.html">Kegagalan validasi CSS level 2.1</a> saat melakukan pengembangan tema WordPress di personfield beliau. Sebelum menuliskan yang berbau teknis seperti pesan kesalahan <em>Parse error Lexical error at line</em>. Secara pribadi, akhirnya,&#8230; dengan terpaksa harus menggaris-bawahi kembali <a class="side22in" href="kebergunaan-validasi-markah.html">pemahaman makna validasi</a>. Tertarik dengan materi validasi ataupun tidak mau tertarik, tetap akan berhubungan dengan pengembangan <span lang="en">web design</span> yang sudah dihadapkan pada era <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr>5 dan <abbr title="Cascading Style Sheet">CSS</abbr> level 3. Dan ketertarikan tersebut saya serahkan kembali kepada anda sekalian. Selanjutnya mohon dicatat, tulisan ini tetap sebuah opini dan bukan tutorial.</p>
<p>Pesan kegagalan validasi-<abbr title="Cascading Style Sheet">CSS</abbr> dengan jigsaw-css-validator seperti ;</p>
<p id="sintaks" class="side22q"><a href="#sintaks1">Parse error</a> <a href="#sintaks2">Lexical error</a> at line <a href="#sintaks3">&#91;angka#1&#93;</a>, column <a href="#sintaks4">&#91;angka#2&#93;</a>. Encountered: &#34;<a href="#sintaks5">&#91;kode-markah#1&#93;</a>&#34; (<a href="#sintaks6">&#91;nomor-entitas&#93;</a>), after : &#34;<a href="#sintaks7">&#91;kode-markah#2&#93;</a>&#34;.</p>
<p>bisa saja diikuti pesan lainnya seperti <a href="#sintaks8">No Style Sheet Found</a>. Dan berikut adalah terjemahan bebas pesan kesalahan diatas versi <a href="http://side22.com/">saya</a>;</p>
<dl>
<dt id="sintaks1" lang="en"><strong>Parse error</strong></dt>
<dd>
<p>Kesalahan <em>parsing</em> markah. Saat ini sebuah halaman web dapat disajikan dengan beberapa bahasa pemrograman yang dikodekan dan diurai pada sisi server dan sisi klien. Masing-masing bahasa pemrograman mempunyai sintaks penulisan yang berbeda, dan disinilah kesalahan parsing markah tersebut bisa terjadi.</p>
<p>Khusus pada penyajian <abbr title="Cascading Style Sheet">CSS</abbr>, Expert-Master tentu tidak akan kaget bila sebuah <em>value</em> pada properti <abbr title="Cascading Style Sheet">CSS</abbr> dapat dibuat dengan ekspresi yang menggunakan bahasa scripting, dan potensi kesalahan parsing ini bisa saja muncul. Contoh lain yang ada di blog ini terletak pada trilogi tulisan usaha pencapaian <a class="side22in" href="google-page-speed-dan-yahoo-yslow.html">optimasi kecepatan muat halaman</a> dalam error &amp; trial <a class="side22in" href="5-cara-optimasi-css.html">optimasi-<abbr title="Cascading Style Sheet">CSS</abbr></a>, <a class="side22in" href="stupid-modul-of-style-data-css.html">Stupid Modul style-sheets-data <abbr title="Cascading Style Sheet">CSS</abbr></a> dan <a class="side22in" href="cara-menyembunyikan-css.html">Cara menyembunyikan <abbr title="Cascading Style Sheet">CSS</abbr></a>. Pada tulisan terpisah tersebut, style-sheets-data CSS diparsing dengan bahasa PHP. <span><a href="#sintaks">back to error message &#8593;</a></span></p>
</dd>
<dt id="sintaks2" lang="en"><strong>Lexical error</strong></dt>
<dd>
<p>Kesalahan leksikal. Pesan kesalahan ini mucul karena ditemukannya kesalahan dalam parsing HTML. Perangkat validasi-<abbr title="Cascading Style Sheet">CSS</abbr>, jigsaw menggunakan analisa leksikal markah HTML yang mengawali proses penguraian data yang ada pada berkas <abbr title="Cascading Style Sheet">CSS</abbr>. Lebih dekat dengan kesalahan leksikal silahkan baca <a class="side22out" href="http://www.haskell.org/onlinereport/syntax-iso.html#sect9.2">Sintaks Leksikal &#8211; Online Report Haskell Organization</a>. <span><a href="#sintaks">back to error message &#8593;</a></span></p>
</dd>
<dt id="sintaks3"><strong>&#91;angka#1&#93;</strong></dt>
<dd>
<p>&#91;angka#1&#93; dan &#91;angka#2&#93; adalah letak kesalahan markah dalam puisi kode yang dituliskan. <span><a href="#sintaks">back to error message &#8593;</a></span></p>
</dd>
<dt id="sintaks4"><strong>&#91;angka#2&#93;</strong></dt>
<dd>
<p>baca <span><a href="#sintaks3">&#91;angka#1&#93;</a></span></p>
</dd>
<dt id="sintaks5"><strong>&#91;kode-markah#1&#93;</strong></dt>
<dd>
<p>Penyampaian kesalahan markah ini sebenarnya sama mirip dengan pesan kesalahan yang ada pada saat terjadi kegagalan validasi (X)HTML. &#91;kode-markah#1&#93; ini selalu berhubungan dengan &#91;kode-markah#2&#93;. <span><a href="#sintaks">back to error message &#8593;</a></span></p>
</dd>
<dt id="sintaks6"><strong>&#91;nomor-entitas&#93;</strong></dt>
<dd>
<p>Nomor-entitas, adalah representasi karakter pada &#91;kode-markah#1&#93; yang dituliskan dalam bilangan heksadesimal. Selain menggunakan kode heksadesimal, sebuah karakter dapat juga dituliskan dengan kode alias atau kode entitas. Rujukan ini dapat dibaca pada <a class="side22out" href="http://www.w3schools.com/tags/ref_entities.asp">Referensi Entitas &#8211; W3Schools</a>, dan terbatas pada penulisan kode pada WordPress dapat di baca selengkapnya di <a class="side22out" href="http://codex.wordpress.org/Writing_Code_in_Your_Posts">WordPress Organization &#8211; Menulis kode dalam posting</a>. <span><a href="#sintaks">back to error message &#8593;</a></span></p>
</dd>
<dt id="sintaks7"><strong>&#91;kode-markah#2&#93;</strong></dt>
<dd>
<p>baca <span><a href="#sintaks5">&#91;kode-markah#1&#93;</a></span></p>
</dd>
<dt id="sintaks8" lang="en"><strong>No Style Sheet Found</strong></dt>
<dd>
<p>Halaman penggaya tidak ditemukan. <a class="side22out" href="http://jigsaw.w3.org/css-validator/"><abbr title="Cascading Style Sheet">CSS</abbr>-Validator</a> menggunakan parsing HTML untuk mengambil dan menguraikan style-sheet-data yang ada pada berkas CSS. Apabila terjadi kesalahan parsing yang disebut pada <em>parse-error</em> maka sebenarnya perangkat validasi-<abbr title="Cascading Style Sheet">CSS</abbr> tidak dapat melakukan tugas mengambil dan menguraikan style-sheet-data yang ditulis atau yang dikodekan diantara <code>&lt;style&gt;...&lt;&#47;style&gt;</code> untuk dianalisa. Untuk pemahaman lebih lanjut tentang jigsaw W3C css-validator, dapat dipelajari pada <a class="side22out" href="http://jigsaw.w3.org/css-validator/docs/CSS_Validator_Sequence_Diagram.png">Diagram CSS Validator &#8211; W3 Organization</a>. <span><a href="#sintaks">back to error message &#8593;</a></span></p>
</dd>
</dl>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://side22.com/2010/parse-error-lexical-error-pesan-kesalahan-validasi-markah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

