<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Side22Press &#187; SEO</title>
	<atom:link href="http://side22.com/category/belajar-seo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://side22.com</link>
	<description>Learning Opinion Web Blog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Apr 2012 07:52:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Belajar Mencuci Kata Kunci ?</title>
		<link>http://side22.com/2010/mencuci-kata-kunci</link>
		<comments>http://side22.com/2010/mencuci-kata-kunci#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 02:34:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[DEO]]></category>
		<category><![CDATA[personal improvement]]></category>
		<category><![CDATA[solution]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://side22.com/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[Apakah bisnis mencuci kata kunci &#8595; memang ada ? Tahan dulu pertanyaan tersebut. Saya hanya ingin meyakini bahwa tidak akan ada yang tunjuk jari untuk sebuah pertanyaan, &#34;Apakah ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p id="kunci">Apakah bisnis mencuci <a href="#kunci2">kata kunci</a> &#8595; memang ada ? Tahan dulu pertanyaan tersebut. Saya hanya ingin meyakini bahwa tidak akan ada yang tunjuk jari untuk sebuah pertanyaan, &#34;Apakah ada yang belum pernah mendengar tentang bisnis <a href="#kunci1">laundry</a> &#8595; ?&#34;. Bisnis cuci mencuci, dewasa ini memang sedang laris manis. Terutama dilingkungan penghuni rumah kos dan rumah-rumah sewaan bahkan apartemen sekalipun. Kembali ke pertanyaan pada awal paragraf ini, Jawabannya adalah <em>ada</em>.</p>
<p>Pembelajaran saya kali ini adalah tentang konsep cuci mencuci diatas. Tanpa bermaksud mempersulit sebuah konsep yang sebenarnya sangat amat sederhana sekali. Oleh karena itu, tolong dicatat bahwa tulisan ini masih termasuk bagian ujicoba kesalahan &#8211; <em>trial error</em> saja dan bukan tutorial.</p>
<dl>
<dt id="kunci1"><strong>Laundry</strong><span> <a href="#kunci">&#8593;</a></span></dt>
<dd>
<p>Saya tidak perlu dan tidak harus memberi tautan dan rujukan untuk sebuah kata <em>laundry</em>. Karena saya sudah biasa mempersepsikan atau mengidentikkan kata tersebut dengan bisnis jasa cuci mencuci.</p>
<p>Laundry kiloan adalah bisnis jasa mencuci yang paling disukai saat ini. Biaya jasa ini tergolong paling luwes karena dihitung berdasarkan satuan berat bahan yang dicuci dalam keadaan kering. Kemudian ada Dry Laundry, dan seterusnya,&#8230; sampai-sampai ada istilah Money laundry untuk istilah mencuci uang kotor, serta jasa cuci mencuci gedung, cuci otak, <abbr title="dan sebagainya" lang="id">dsb</abbr> (dan-sebagainya).</p>
</dd>
<dt id="kunci2"><strong>Kata kunci</strong><span> <a href="#kunci">&#8593;</a></span></dt>
<dd>
<p>Blogger yang peduli dengan materi Search Engine Optimization &#8211; SEO, mengeja dan menuliskannya sebagai <em>Keyword</em>. Sementara itu, beberapa diantaranya yang peduli dengan ejaan bahasa Indonesia yang baku mulai menterjemahkan dan menyebutnya sebagai <em>kata kunci</em>.</p>
<p>Kata kunci harus diperjuangkan, supaya tajuk yang dipergunakan pada saat <a href="belajar-tag-heading-konten-seo.html">belajar markah <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tag heading</a><span class="side22in"></span> pada sebuah tulisan/artikel/konten bisa muncul atau menempati posisi paling puncak pada halaman hasil pencarian mesin telusur. Kata kunci harus mendapatkan perlakukan yang berbeda jika dibandingkan dengan teks yang lainnya. <abbr title="dan seterusnya" lang="id">dst</abbr> (dan-seterusnya), blah&#8230; blah&#8230; blah&#8230;</p>
</dd>
</dl>
<p>Potensi bisnis mencuci diatas, lebih manusiawi jika menggunakan konsep yang paling sederhana, yaitu struktur. Mengotori kata-kata dengan corat-coret yang tidak perlu dan tanpa struktur bukanlah kunci sukses untuk memulai bisnis mencuci diatas. Mungkin :)</p>
<p>Apakah anda tertarik dengan bisnis mencuci dalam pemaparan diatas ? Silahkan pilih sendiri. Tetapi, jika anda sudah atau sedang menekuni bisnis diatas, saya yakin anda sangat mengerti maksud pertanyaan berikut, &#34;Mesin cuci seperti apa yang paling favorit menurut anda ?&#34;</p>
<ol>
<li>Mesin yang sudah di <em>korek</em> atau di optimalisasi <em>kah</em> ?</li>
<li>Mesin yang sederhana dan asal bisa di pergunakan <em>kah</em> ?</li>
<li>Mesin yang dengan mudah dapat diakses setiap orang <em>kah</em> ?</li>
<li>atau Mesin yang standar standar saja seperti saat pertama kali dibeli dari toko ?</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://side22.com/2010/mencuci-kata-kunci/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NoMoWiM Spirit + PWD-Use-Web Draft = DEO (Prolog)</title>
		<link>http://side22.com/2010/disability-empathy-optimization-oriented</link>
		<comments>http://side22.com/2010/disability-empathy-optimization-oriented#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 07:27:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[aksesibilitas]]></category>
		<category><![CDATA[DEO]]></category>
		<category><![CDATA[Disability Empathy Optimization]]></category>
		<category><![CDATA[empati]]></category>
		<category><![CDATA[optimasi]]></category>
		<category><![CDATA[web design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://side22.com/?p=465</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini hanya sebagai materi pemantapan diri, selama masa rehat dari kegiatan evaluasi NoMoWiM berkaitan dengan semangat empati pada saudara-saudara yang mempunyai ketebatasan kemampuan, baik yang dialami sejak lahir atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini hanya sebagai materi pemantapan diri, selama masa rehat dari kegiatan <a class="side22in" href="nomowim-spirit.html">evaluasi <abbr title="No Mouse on the Web in Monday">NoMoWiM</abbr></a> berkaitan dengan semangat empati pada saudara-saudara yang mempunyai ketebatasan kemampuan, baik yang dialami sejak lahir atau karena masa penuaan saat ingin mengakses sebuah website dan atau webblog.</p>
<p>Aksesibilitas Web mengacu pada latihan, praktek pembuatan website atau situs yang dapat digunakan oleh semua kalangan baik yang diciptakanNya normal maupun yang mengalami keterbatasan kemampuan atau cacat.</p>
<p>Ketika sebuah tema website dalam skala luas atau tema blog dalam lingkup pemberitaan terbatas sudah di design dengan baik dan benar, kemudian dikembangkan dan diedit, maka seharusnya semua pengguna dapat memiliki akses yang sama terhadap informasi dan fungsionalitas yang ada pada website atau blog tersebut.</p>
<h3>Skenario SEO, Aksesibilitas atau <abbr title="Disability Empathy Optimization">DEO</abbr> ?</h3>
<ol>
<li>Ketika makna semantik kode HTML sudah digunakan dengan baik dan benar, seperti menyediakan teks sebagai alternatif untuk mendiskripsikan sebuah gambar atau pengganti <a class="side22in" href="seo-image-website-yang-baik.html">pranala yang berwujud gambar</a>, maka hal ini akan membantu pengguna tuna netra saat ingin mengetahui konten menggunakan aplikasi text-to-speech ataupun perangkat text-to-Braille.</li>
<li>Ketika teks dan gambar dibuat dengan cukup besar atau dapat diperbesar, maka hal ini akan mempermudah pengguna yang sudah rabun untuk melihat atau membaca serta memahami konten. Anda tentu tidak pernah bermaksud menambah parah penyakit mereka khan ?</li>
<li>Ketika pranala telah digarisbawahi, diberi warna yang berbeda atau dinyatakan berbeda dari teks yang lainnya, maka hal ini akan sangat membantu pengguna yang buta warna supaya tidak kehilangan informasi selanjutnya yang ditautkan dengan <a class="side22in" href="better-anchor-text-for-better-seo.html">anchor teks</a>.</li>
<li>Ketika pranala dapat diklik dan dibuat dengan area klik yang cukup lega, maka pengguna yang tidak dapat mengontrol mouse secara presisi akan merasa sangat terbantu.</li>
<li>Ketika dalam sebuah halaman sudah disediakan alternatif navigasi yang dapat dilakukan hanya dengan menggunakan papan ketik atau dapat diakses dengan tombol-tombol tunggal, maka pengguna yang tidak dapat menggunakan mouse atau bahkan papan ketik standar akan merasa sangat terbantu dengan <a class="side22in" href="navigasi-website-yang-baik-untuk-seo.html">navigasi yang baik</a> tersebut.</li>
<li>Ketika konten berupa video sudah menyediakan caption sebagai penutup, atau bahkan menyediakan bahasa isyarat didalamnya, maka pengguna yang tuna rungu dan mempunyai ketebatasan pendengaran tetap akan dapat memahami video yang dibuat.</li>
<li>Ketika efek-efek berkedip (baca:flashing) dapat dihindari atau dibuat sebagai sebuah pilihan atau opsional, maka pengguna yang rentan terhadap kejang yang disebabkan oleh efek-efek berkedip ini tidak perlu anda sakiti ketika berkunjung ke halaman anda.</li>
<li>Dan Ketika sudah <a class="side22in" href="menulis-sebuah-konten-yang-baik.html">menuliskan konten yang baik</a> dengan bahasa yang paling sederhana atau dapat diilustrasikan dengan diagram-diagram berwujud instruksi atau animasi, maka pengguna disleksia dan kesulitan belajar akan lebih mampu memahami konten yang ada.</li>
</ol>
<p>Akhirnya, Ketika sebuah design situs atau design blog sudah dibuat, dibangun kemudian dipelihara untuk menampung semua kepentingan dan memfasilitasi semua jenis pengguna seperti pada contoh skenario diatas dengan baik dan benar, maka anda termasuk pengembang yang pantas diacungi empat jempol sekaligus.</p>
<p>Tulisan ini adalah terjemahan bebas dari dokumen W3C-<abbr title="Web Accessibility Initiative">WAI</abbr> yang berjudul <a class="side22out" href="http://www.w3.org/WAI/intro/people-use-web.php">How People with Disabilities Use the Web &#8211; Scenario</a>, tanpa bermaksud menyimpang dari dokumen aslinya. Tulisan ini juga saya maksudkan sebagai prolog bagi yang ingin membaca lebih detil tentang Aksesibilitas Web di <a class="side22out" href="http://daniiswara.com/category/web-accessibility/" title="http://daniiswara.com/category/web-accessibility/">Unessential Weblog</a> milik Pak Dani.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://side22.com/2010/disability-empathy-optimization-oriented/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Alasan memilih NoFollow atau DoFollow</title>
		<link>http://side22.com/2009/3-alasan-nofollow-dofollow</link>
		<comments>http://side22.com/2009/3-alasan-nofollow-dofollow#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 01:10:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[dofollow]]></category>
		<category><![CDATA[nofollow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://side22.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan tulisan tentang atribut nofollow, posting berikut adalah sebuah opini pribadi tentang pertempuran yang sangat jauh berbeda dengan pertandingan tinju atau sparing dua tim sepakbola. Ada yang menang dan ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan tulisan tentang atribut <code>nofollow</code>, posting berikut adalah sebuah opini pribadi tentang pertempuran yang sangat jauh berbeda dengan pertandingan tinju atau sparing dua tim sepakbola. Ada yang menang dan ada yang kalah, ada skor yang menentukan sebuah kekalahan atau kemenangan. Perebutan gelar sebagai yang terbaik, tetap menjadi <strong>misteri</strong>. <q>Mana yang lebih menjanjikan ? Menjadi No DoFollow <code>nofollow</code> atau <code>dofollow</code> ?</q>.</p>
<p>Penasaran ?&#8230; berikut adalah alasan-alasan memilih satu diantaranya.</p>
<p class="side22scnote">Webmaster yang sudah sukses dengan pilihannya masing-masing, silahkan menyalahkan, membenarkan, mengkritik tulisan ini, dan atau menambahkan alasan yang lain dalam ruang komentar.</p>
<h2>Apa alasan memilih dofollow ?</h2>
<p>Tiga alasan memilih atribut <code>dofollow</code> berikut, mungkin belum cukup untuk mewakili seratus bahkan seribu alasan lain yang ada dalam benak webmaster penganut atribut <code>dofollow</code>.</p>
<ol>
<li>
<h3>Alasan Konsekwensi</h3>
<p><q>Siapa yang tidak ingin menghasilkan uang dari blog, weblog ?</q>. Jika seorang webmaster menggunakan jasa hosting, maka alasan mencari uang sebagai pengganti ongkos hosting pantas dimaklumi. Faktanya, setelah trial error mencoba mengintip beberapa syarat keikutsertaan sebuah <em>review program</em> atau program affiliasi lain penghasil uang. Satu syarat mutlak yang biasanya harus dipenuhi sebagai anggota adalah blog yang didaftarkan harus menggunakan atribut <code>dofollow</code>.</p>
<p>Weblog atau blog dengan atribut <code>dofollow</code> mempunyai kemungkinan lebih besar untuk menerima job dibandingkan dengan blog yang mengenakan atribut <code>nofollow</code>. Jika alasan ini adalah sebuah keterpaksaan, maka konsekwensi adalah sebuah pilihan.</p>
</li>
<li>
<h3>Alasan Popularitas</h3>
<p>Sehubungan dengan maraknya teori <em>backlink</em>, <em>linkback</em> atau <em>link building</em>, atau apalah sebutannya. Maka, sebuah blog atau weblog dengan menggunakan atribut <code>dofollow</code> sudah pasti akan diserbu pengunjung, minimal pengunjung yang sepaham. Hal ini dapat di lihat dari banyaknya jumlah komentar yang ada. Ini berhubungan erat dengan sebuah popularitas. Semakin banyak komentar akan meningkatkan derajat kepopuleran.</p>
<p>Pengunjung awan tidak akan pernah melihat apa yang sebenarnya terjadi, dan tetap berkata, <q>Wah, komentarnya saja banyak. Pasti ini situs bagus !</q>.</p>
</li>
<li>
<h3>Alasan Traffic</h3>
<p>Dengan banyaknya kunjungan, meskipun hanya dari sesama yang sepaham, secara otomatis akan meningkatkan traffic. Mau mengakui atau tidak, statistik traffic dari <em>Alexa</em> tetap dijadikan pedoman beberapa webmaster sebagai tolok ukur keberhasilan penerapan beberapa materi <abbr title="Search Engine Optimization">SEO</abbr>.</p>
<p>Kenyataanya pula, beberapa program affiliasi, termasuk <em>review-program</em> menjadikan trafik tinggi sebagai salah satu syarat keikutsertaannya.</p>
</li>
</ol>
<p>Jika ada yang bermaksud mencari pertimbangan lain untuk menjadikan blog sebagai bagian penganut atribut <code>dofollow</code> atau sedang belajar <em>link building</em> silahkan kunjungi 3 daftar-blog-do-follow-terupdate berikut dan temukan rahasia-rahasia lainnya di sana :</p>
<ul>
<li class="side22linkout"><a rel="nofollow" href="http://belajarseo.com/tips-trik/seo/daftar-blog-dofollow-berbahasa-indonesia.php">daftar blog dofollow yang berbahasa Indonesia</a></li>
<li class="side22linkout"><a rel="nofollow" href="http://www.yasmara.web.id/2009/01/high-pr-dofollow-blog-list-last-update.html">dofollow blog list dengan PageRank Tinggi</a></li>
<li class="side22linkout"><a rel="nofollow" href="http://www.brokencode.com/english/do-follow-blog-list/">daftar blog do follow</a></li>
</ul>
<h2>Apa alasan mempertahankan atribut NoFollow ?</h2>
<ol>
<li>
<h3>Alasan Kepatuhan</h3>
<p><em>Google <abbr title="Search Engine Optimization">SEO</abbr> Guide</em> sebagai salah satu materi yang banyak dipelajari webmaster, mempunyai subjudul, <strong>Be aware of <code>rel=&#34;nofollow&#34;</code> for links</strong>.</p>
<p>Meskipun ada beberapa faktor lain yang menentukan sebuah kesuksesan termasuk didalamya popularitas, traffic tinggi, dan lain-lain. Tetapi&#8230; Menjadikan sub judul tersebut sebagai sebuah konvensi bukanlah sebuah pamali. Mengikuti dan mengindahkan sebuah arahan adalah cara yang baik pula untuk menjadi baik dalam menerapkan ilmu <abbr title="Search Engine Optimization">SEO</abbr>.</p>
</li>
<li>
<h3>Alasan Reputasi</h3>
<p>Setelah menjadikan sebuah kepatuhan sebagai sebuah alasan, maka reputasi sebagai sebuah situs yang patuh akan terbentuk dengan sendirinya, tentu didukung oleh faktor-faktor lain yang tersembunyi dibalik hal tersebut. Reputasi yang dengan jelas telah di diskripsikan google adalah reputasi sebuah halaman dalam sebuah situs. <q>Membagi reputasi halaman tentang resep masakan kepada situs pengelola senjata api jelas tidak masuk akal khan ?</q>.</p>
<p>Beberapa master <abbr title="Search Engine Optimization">SEO</abbr> menuliskan bahwa, <br /><q>PageRank sebuah domain ditentukan oleh PageRank halaman-halaman yang ada didalamnya. Bukan kuantitas link yang diperoleh, tapi kualitasnya.</q><br /> Menjadikan blog menjadi <code>dofollow</code> atau tetap <code>nofollow</code> adalah salah satu metode atau cara untuk meraih yang berkualitas tersebut.</p>
</li>
<li>
<h3>Alasan Fokus</h3>
<p>Mempertahankan atribut <code>nofollow</code> dalam sebuah situs yang fokus pada satu materi juga akan menaikkan popularitas dan reputasi situs tersebut dengan sendirinya. Ada banyak contoh weblog atau blog yang mendapatkan rapor bagus untuk kasus ini. Materi <abbr title="Search Engine Optimization">SEO</abbr> yang bisa digunakan untuk menjelaskan kasus fokus ini sepertinya, <q>Gambaran secara menyeluruh sebuah situs</q>.</p>
<p>Sebuah situs yang membahas A sampai Z tentang blog <code>dofollow</code> dalam semua halamannya, sudah pasti akan menjadi yang pertama untuk dikunjungi oleh orang yang ingin mencari informasi tentang cara menjadi dofollow dengan bijak. Kemudian pengunjung tersebut mengakuinya sebagai situs yang paling lengkap dan paling informatif tentang <code>nofollow</code> &amp; <code>dofollow</code>. Karena, dalam setiap halamannya berisi tentang informasi yang ia perlukan.</p>
<p>Yang terjadi kemudian adalah, orang tersebut akan mengabarkan situs tentang materi <code>dofollow</code> tersebut kepada sesama penganut atribut <code>dofollow</code> yang lain dalam komunitasnya. Mendapatkan pengunjung berikutnya ?, Kemudian peningkatan traffic pada statistik <em>Alexa</em> ?, lalu popularitas ? secara otomatis juga akan tercapai !</p>
</li>
</ol>
<p>Sekali lagi, mempertahankan <code>nofollow</code> atau menjadikannya <code>dofollow</code> ? Tetap sebuah pilihan.</p>
<p>Pssstt&#8230; Banyak lhoh yang awalnya DoFollow, tetapi setelah cita-citanya tercapai, mendadak sontak menjadi NoFollow lagi. <q>Hayooo Pilih yang mana ?</q>, atau ikutan <span class="side22linkin"><a href="you-keep-comment-i-always-follow">DoFollow versi side22</a></span> saja.</p>
<h2>Update :</h2>
<dl>
<dt>2010-09-18</dt>
<dd>Sejak menggunakan tema Yrrah versi 2.5.2, blog ini tidak menggunakan bilah sisi sebagai tempat menampung tautan menuju situs pengomentar. Mohon maaf.</dd>
</dl>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://side22.com/2009/3-alasan-nofollow-dofollow/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Why NoFollow Weblog adherents called stingy ?</title>
		<link>http://side22.com/2009/nofollow-blog-called-stingy</link>
		<comments>http://side22.com/2009/nofollow-blog-called-stingy#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 07:20:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[atribut nofollow]]></category>
		<category><![CDATA[link building]]></category>
		<category><![CDATA[solution]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://side22.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Karena masih menyisakan beberapa materi belajar SEO, Sekarang waktunya untuk menyelesaikan satu opini lagi tentang SEO Guide pada pesan dan petunjuk hati-hati dengan atribut &#8220;NoFollow&#8221;. Maaf, karena bingung mencari ide [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena masih menyisakan beberapa materi belajar SEO, Sekarang waktunya untuk menyelesaikan satu opini lagi tentang SEO Guide pada pesan dan petunjuk <strong>hati-hati dengan atribut &#8220;NoFollow&#8221;</strong>. Maaf, karena bingung mencari ide untuk title yang baik pada tulisan ini, maka dengan terpaksa harus impor judul lagi, dengan mengganti &#8220;Kenapa penganut Weblog No Follow dianggap pelit ?&#8221; menjadi &#8220;Why NoFollow Weblog adherents called stingy ?&#8221;.</p>
<p><span id="more-301"></span><strong>Binatang apa &#8220;No Follow&#8221; itu ? dan bagaimana cara menangkapnya ?</strong></p>
<p>Kasat mata, seorang pengunjung awam sebuah situs tidak melihat <strong>perbedaan weblog yang no follow dan blog yang do follow</strong>. Kecuali pengunjung tersebut adalah seorang antusias yang peduli dengan sebuah Add-ons FF bernama &#8220;NoDoFollow&#8221;, atau pengunjung tersebut adalah seseorang yang gemar mencari ide dengan membuka-buka source tampilan sebuah situs yang disukainya untuk diadopsikan ke dalam situsnya.</p>
<p>Ciri-ciri tidak kasat mata inilah yang membuat materi atribut No Follow atau No-DoFollow pada Google SEO Guide menjadi sedikit berbeda dengan materi-materi SEO yang pernah dituliskan sebelumnya, materi ini sepertinya benar-benar untuk <strong>konsumsi search engine</strong>.</p>
<p><strong>Kapan atribut rel=&#8221;NoFollow&#8221; dilahirkan ?</strong></p>
<p>Bersama-sama dengan Yahoo! dan MSN (Bing), Google memperkenalkan sebuah atribut berformat mikro untuk HTML bernama relevancy (kemudian disingkat sebagai &#8220;rel&#8221;) dengan value &#8220;nofollow&#8221;. Dengan menggunakan atribut <code>rel="nofollow"</code> pada sebuah link, maka link tersebut tidak akan digunakan untuk mengkalkulasikan nilai PageRank sebuah halaman. Hal ini diberlakukan karena ramainya kegiatan spamming pada masa tersebut.</p>
<p>Misalnya :</p>
<ul>
<li>Seorang spammer menuliskan link <code>&lt;a href="http://www.kiamat-2012.info/"&gt;apa memang benar terjadi ?&lt;/a&gt;</code> dalam komentarnya pada sebuah konten yang membahas &#8220;resep masakan terfavorit dengan bahan dasar singkong&#8221;,</li>
<li>Maka dengan menggunakan atribut no follow, link tersebut secara otomatis akan dirubah menjadi <code>&lt;a href="http://www.kiamat-2012.info/" rel="nofollow"&gt;apa memang benar terjadi ?&lt;/a&gt;</code>.</li>
<li>Dengan penambahan atribut rel=&#8221;nofollow&#8221;, link dari spammer tersebut tidak akan di ikuti oleh spider crawler dan tidak akan membebani reputasi konten tentang tulisan resep favorit dari singkong.</li>
</ul>
<p>Atribut ini memang tidak akan bisa menghentikan kegiatan spamming, tetapi mencegah masalah saat perhitungan PageRank sebuah halaman.</p>
<p><strong>Apa manfaat atribut &#8220;No Follow&#8221; dan Bagaimana cara menggunakannya ?</strong></p>
<ol>
<li><strong>Berkaitan dengan kegiatan spam.</strong>
<p>Saat ini, pada era web dinamis hampir dipastikan jarang ditemukan situs yang tidak menyertakan kolom komentar, dari sinilah kegiatan spam muncul. Dan dari sini pula manfaat atribut &#8220;no follow&#8221; mulai diberdayakan sekaligus diperdebatkan.</p>
<p>Sekedar catatan saja untuk pengguna WordPress dan blogger, fitur ini sudah dimasukkan secara default pada sistem komentar. Jadi tidak perlu repot memikirkan hal ini.<br />Yang sedikit merepotkan adalah ketika seorang webmaster mulai mempertimbangkan beberapa alasan dan ingin atau harus menjadikan sebuah weblog yang no follow menjadi do follow.</p>
<p>Alasan apa saja yang menjadikan seorang webmaster harus migrasi dari no follow menjadi do follow, untung dan ruginya, serta daftar panjang penganut atribut dofollow atau daftar do follow blog paling update, saya opinikan dalam tulisan <a href="3-alasan-nofollow-dofollow.html" title="Alasan-alasan menjadi NoFollow atau DoFollow">NoFollow vs DoFollow</a>.</li>
<li><strong>Berkaitan dengan posting tulisan atau konten sebuah halaman.</strong>
<p>Ambil sebuah kasus seperti ini :<br />
Ketika situs kita mulai dibanjiri komentar spam, dan kemudian kita dengan semangat &#8220;sharing&#8221; yang tinggi ingin membagikannya cerita ini kepada pengunjung tentang bahayanya mengunjungi situs-situs spammer. Apa yang akan kita lakukan ?</p>
<p>Dapat dipastikan bahwa kita akan menuliskan link situs tersebut dalam sebuah posting. Disinilah letak kegunaan atribut no follow. Kita tidak ingin membagi reputasi halaman kita atau bahkan mungkin reputasi domain kita kepada situs yang kita anggap spam khan ?, dalam kasus ini kita harus selalu ingat atribut ini. &#8220;No use it Noangis&#8221; ;)</li>
</ol>
<p>Untuk menggunakan atribut nofollow pada sebuah situs bisa menggunakan beberapa cara, antara lain :</p>
<ol>
<li><strong>Manual</strong>
<p>Dengan cara menuliskannya secara manual di dalam sebuah link yang kita buat dalam sebuah posting tulisan atau konten.</li>
<li>Menggunakan <strong>meta robots</strong>
<p>yang dituliskan sebagai berikut :</p>
<pre>&lt;meta name="robots" content="nofollow"&gt;</pre>
<p> kemudian meletakkannya diantara elemen <code>&lt;head&gt;</code> pada sebuah halaman.</li>
</ol>
<p><em><strong>Terakhir,</strong></em><br />
Bukan lagi sebuah rahasia umum, jika penganut atribut no follow akan di jauhi karena di anggap pelit dan di kucilkan karena disebut sebagai yang tidak mau berbagi. Termasuk weblog inikah ?. Tidak, jika tulisan tentang <a href="you-keep-comment-i-always-follow.html" title="you keep commenting, i always follow">dofollow versi side22-dot-com</a> sudah selesai dibaca. ;-)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://side22.com/2009/nofollow-blog-called-stingy/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEO pada Image sebuah Website yang baik</title>
		<link>http://side22.com/2009/seo-image-website-yang-baik</link>
		<comments>http://side22.com/2009/seo-image-website-yang-baik#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 16:26:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[image]]></category>
		<category><![CDATA[optimasi]]></category>
		<category><![CDATA[tag html]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://side22.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[&#34;Gambar bisa mewakili ribuan kata&#34;. Begitulah pepatah yang umum digunakan untuk memulai pelajaran tentang gambar (selanjutnya : ditulis dengan image) pada halaman HTML. Setelah melakukan sedikit survey kecil-kecilan di lingkungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-227" title="seo-image-website-yang-baik" src="http://side22.com/wp-content/side22dotcom/2009/11/seo-image-website.png" alt="seo-image-website" width="130" height="100" />&#34;<strong><em>Gambar bisa mewakili ribuan kata</em></strong>&#34;. Begitulah pepatah yang umum digunakan untuk memulai pelajaran tentang gambar (selanjutnya : ditulis dengan image) pada halaman HTML. Setelah melakukan sedikit survey kecil-kecilan di lingkungan terdekat pada satu bulan pertama blog ini diluncurkan, adalah sebuah fakta bahwa Image pada sebuah halaman mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi pengunjung. Maka tidak mustahil ketika Google juga memasukkan <strong>materi</strong> tentang <strong>image</strong> pada panduan <strong>Search Engine Optimization</strong> miliknya.</p>
<h2>Definisi <code>img</code> dan Penggunaannya</h2>
<p>Sebelum mengulas materi image yang baik pada halaman HTML untuk keperluan Search Engine (baca: Google SEO), Sehubungan dengan mulai di&#34;uji-cobakan&#34;nya format <em>HTML 5</em>, tidak ada salahnya mengenal sedikit lebih dalam tentang materi image menurut <abbr title="World Wide Web Consortium">W3C</abbr>.</p>
<p>W3C menerangkan bahwa secara teknis, sebuah image tidak dimasukkan ke dalam halaman HTML (<em>Hmm,.. namanya saja HyperText Mark-Up Language ?!?</em>). Sebuah image hanya sekedar di tautkan saja pada sebuah halaman dengan menggunakan tag <code>&lt;img&gt;</code>. Atau dengan kata lain, tag <code>&lt;img&gt;</code> digunakan untuk meng-embed (<em>penjelasan pada format X(HT)ML</em>) dan atau men-definisikan (<em>penjelasan pada format HTML 5</em>) sebuah image kedalam sebuah halaman HTML.</p>
<p>Sehubungan dengan tugas-tugas tersebut diatas, maka tag <code>&lt;img&gt;</code> minimal memerlukan dua buah atribut utama yaitu :</p>
<ol>
<li>
<p><strong>atribut <code>src</code></strong><br />
Atribut ini bertugas untuk menentukan letak / sumber image yang akan di embed. Pada saat sebuah halaman di load, pada saat itu pula browser akan mencari image dari sumber yang ditentukan pada atribut &#34;src&#34; untuk di tampilkan. Sehubungan dengan hal tersebut sebaiknya :</p>
<ol class="side22lisla">
<li>Image yang ditentukan benar-benar ada, untuk mencegah adanya <em>broken link icon</em>.</li>
<li>Untuk kepentingan <strong>accessibility</strong>, agar image dapat di load dengan cepat, maka sebaiknya image disimpan pada web server yang sama dengan halaman yang akan menampilkannya. (delay yang terlalu lama pada saat browser me-load sebuah image juga akan menyebabkan timbulnya broken link icon)</li>
</ol>
</li>
<li>
<p><strong>atribut &#34;alt&#34;</strong></p>
<ol class="side22lisla">
<li>
<p>Atribut ini bertugas memberikan teks alternatif apabila image yang akan di embed gagal diload pada browser. Kegagalan ini bisa terjadi karena :</p>
<ul>
<li>Sumber yang di tentukan pada atribut &#34;src&#34; tidak ditemukan.</li>
<li>Beberapa expert user sengaja men-disable tampilan image, karena hanya ingin membaca informasi dalam sebuah konten pada sebuah halaman.</li>
</ul>
</li>
<li>atribut &#34;alt&#34;, tidak ditujukan dan tidak dimaksudkan untuk <em>event mouse-over teks</em>, karena ada atribut lain yang khusus diperuntukkan untuk tugas dimaksud yaitu atribut &#34;title&#34;.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Selain dua atribut baku tersebut, tag <code>&lt;img&gt;</code> dapat diikuti beberapa atribut standar, atribut event (mouse events, media events), dan atribut opsional dengan memperhatikan catatan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Pada halaman dengan format DTD strict, atribut opsional seperti &#34;<em>align</em>&#34;, &#34;<em>border</em>&#34;, &#34;<em>hspace</em>&#34;, &#34;<em>vspace</em>&#34;, sudah tidak disarankan dipergunakan.</li>
<li>Pada format HTML 5, W3C menambahkan sekitar 22 atribut baru pada atribut <strong>media events</strong>.</li>
</ol>
<p>Berikut adalah contoh penulisan tag <code>&lt;img&gt;</code> pada sebuah halaman.</p>
<pre>&lt;img src=&#34;file-image&#34; alt=&#34;teks-alternatif&#34; /&gt;</pre>
<p>Atau membiasakan diri belajar menuliskan tag <code>&lt;img&gt;</code> seperti dibawah ini akan lebih baik.</p>
<pre>&lt;img src=&#34;file-image&#34; alt=&#34;teks-alternatif&#34; title=&#34;hover-text&#34; /&gt;</pre>
<p>Rasanya belajar mengingat kembali materi image pada sebuah HTML cukup sekian dulu.</p>
<h2>Materi tentang optimasi image dari Google.</h2>
<p>Image dapat menjadi komponen langsung sebuah website, site, weblog, tapi penggunaannya dapat dioptimalkan. Setiap image sebaiknya memiliki nama yang berbeda dan atribut &#34;alt&#34;, dua hal tersebut yang harus di manfaatkan. Atribut &#34;alt&#34; dapat digunakan untuk menentukan teks alternatif untuk sebuah image, hal ini bermanfaat jika image tersebut tidak dapat ditampilkan untuk alasan tertentu.</p>
<p>Mengapa harus menggunakan atribut &#34;alt&#34; ? Jika pengunjung melihat sebuah website dengan menggunakan browser yang tidak mendukung tampilan sebuah image, atau pengunjung dimaksud menggunakan teknologi lain, seperti pembaca layar, maka isi dari atribut &#34;alt&#34; yang akan menyediakan informasi tentang image yang digunakan.</p>
<p>Alasan lainnya penggunaan atribut &#34;alt&#34; adalah jika sebuah image difungsikan sebagai sebuah link / tautan. Maka teks alternatif yang ditetapkan dengan atribut &#34;alt&#34; pada sebuah image akan diperlakukan sama seperti Anchor Text pada Text Link. Dengan catatan bahwa Google tetap tidak menyarankan penggunaan image yang terlalu berlebihan jika tujuan penggunaanya hanya untuk sebuah navigasi website, sementara navigasi dengan teks sudah cukup mewakili.</p>
<p>Terakhir, optimasi pada nama image dan teks alt akan membuat Google lebih mudah memahami sebuah gambar berhubungan dengan proyek penelusuran gambar seperti Penelusuran Gambar Google.</p>
<h3>Belajar optimasi Image menurut Google SEO</h3>
<ol>
<li>
<h3>Nama file dan teks alt harus singkat, tapi deskriptif</h3>
<p>Seperti halnya bagian-bagian lain sebuah halaman yang perlu di optimalkan, nama file image dan teks alternatif yang digunakan juga harus pendek tapi deskriptif, dengan menghindari hal sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Penggunaan nama file yang umum seperti &#34;gambar1.jpg&#34;, &#34;gbr1.gif&#34; (meskipun beberapa situs dengan ribuan gambar mungkin akan mempertimbangkan penamaan secara otomatis)</li>
<li>Membuat nama file yang terlalu panjang</li>
<li>Memasukkan kata kunci sebagai teks alternatif atau menggunakan seluruh kalimat pada konten kedalam atribut &#34;alt&#34;.</li>
</ul>
</li>
<li>
<h3>Menyediakan teks alt</h3>
<p>Pada saat menggunakan image sebagai sebuah link sebaiknya menyediakan teks alternatif. Jika sebuah image lebih difokuskan sebagai sebuah link, maka teks alternatif akan membantu Google lebih memahami tentang halaman yang di tautkan. Untuk bahasan ini, sebaiknya membaca kembali <a title="Anchor Text yang baik sesuai Google SEO" href="better-anchor-text-for-better-seo.html">materi Anchor Text</a>. dan berikut adalah hal-hal yang perlu di hindari :</p>
<ul>
<li>Menulis teks alt yang terlalu panjang yang dapat dianggap sebagai spam</li>
<li>Membuat navigasi website dengan hanya menggunakan tautan gambar saja</li>
</ul>
</li>
<li>
<h3>Image sebaiknya disimpan pada direktori khusus</h3>
<p>Penyimpanan image ini dimaksudkan untuk mempermudah jalur ke gambar, maka penyimpanan image didalam sebuah direktori tersendiri akan lebih powerful dibandingkan jika gambar-gambar tersebut disimpan tersebar di beberapa direktori dan subdirektori di sepanjang domain yang dimiliki.</p>
</li>
<li>
<h3>Tipe file Gambar itu penting</h3>
<p>Format gambar yang didukung oleh kebanyakan browser adalah format dengan ekstensi file JPEG, GIF, PNG, dan BMP.<br />
Maka ketika membuat sebuah gambar, sebaiknya memperhatikan ukuran dan ekstensi file seperti tersebut diatas.</p>
</li>
</ol>
<h2>Get the point ?!?</h2>
<p>Apabila membaca kembali sebuah quote yang menarik pada tulisan pentingnya sebuah validasi W3C, maka fakta itu kembali muncul pada pembelajaran tentang image pada sebuah website. Bandingkan <strong>butir</strong> 2, <strong>Sub-judul</strong> &#34;Belajar optimasi Image menurut Google SEO&#34; diatas, dengan salah satu error report permintaan validasi W3C, yang pernah saya terima seperti berikut &#34;<strong><em>Line XX, Column YY: required attribute &#34;alt&#34; not specified</em></strong>&#34;.</p>
<p>Mempelajari dengan seksama Google SEO Guidelines, sedikit banyak akan merubah sebuah halaman menjadi valid sesuai petunjuk W3C. Bagaimana jika kita gunakan metode terbalik ? Wowww,&#8230; <em>sekali merengkuh dayung 2 pulau terlampaui</em> (pulau ke-3 nya ? tinggal pilih, diatas meja komputer, atau diatas keyboard)  :D  :D</p>
<p>Semoga bermanfaat, dan..<br />
Salam valid W3C, Untuk rekan-rekan yang mempunyai opini sama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://side22.com/2009/seo-image-website-yang-baik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

