Melanjutkan tulisan tentang atribut NoFollow pada SEO Guide, posting berikut adalah sebuah opini pribadi tentang pertempuran yang sangat jauh berbeda dengan pertandingan tinju atau sparing dua klub sepakbola. Ada yang menang dan ada yang kalah, ada skor yang menentukan sebuah kekalahan atau kemenangan. Perebutan gelar sebagai yang terbaik untuk dipilih ini, tetap menjadi misteri “Mana yang lebih menjanjikan ? Menjadi No-DoFollow/NoFollow atau DoFollow ?”. Penasaran ?….berikut adalah alasan-alasan memilih satu diantaranya.
Entah benar atau tidak, webmaster-webmaster senior yang sudah sukses dengan pilihannya masing-masing, berhak menyalahkan, membenarkan, mengkritik tulisan ini, dan atau menambahkan alasan yang lain dalam ruang komentar untuk opini berikut ini.
Siapa yang tidak ingin menghasilkan uang dari blog, weblog ? Minimal sebagai pengganti ongkos hosting jika seorang webmaster menggunakan jasa ini. Mengintip beberapa syarat keikutsertaan sebuah review program atau program lain penghasil uang, terdapat satu syarat untuk persetujuan sebagai anggota, yaitu weblog, blog yang didaftarkan sebaiknya menggunakan atribut “dofollow”.
Weblog atau blog dengan atribut ini mempunyai kemungkinan lebih besar untuk diberi job dibandingkan blog dengan atribut “nofollow”. Jika hal ini sebagai sebuah keterpaksaan, maka konsekwensi adalah sebuah pilihan.
Berhubungan dengan maraknya teori BackLink, LinkBack atau Link Building, atau apalah menyebutnya. Sebuah blog atau weblog dengan menggunakan atribut Do Follow sudah pasti akan diserbu pengunjung (minimal pengunjung yang sepaham) dilihat dari banyaknya jumlah komentar yang ada. Ini berhubungan erat dengan sebuah popularitas. Semakin banyak komentar akan meningkatkan derajat kepopuleran.
Pengunjung awan tidak akan pernah melihat apa yang sebenarnya terjadi, dan tetap berkata, “Wah, komentarnya saja banyak. Pasti ini situs bagus !”.
Dengan banyaknya kunjungan meskipun hanya dari sesama yang sepaham sekalipun, secara otomatis akan meningkatkan traffic. Mau mengakui ataupun tidak, statistik traffic dari Alexa tetap dijadikan pedoman beberapa webmaster sebagai tolok ukur keberhasilan penerapan beberapa materi SEO yang dipergunakan.
Kenyataanya pula, beberapa program afiliasi, terutama program review menjadikan trafik tinggi sebagai salah satu syarat keikutsertaannya.
Tiga alasan tersebut sepertinya belum cukup untuk mewakili seratus bahkan seribu alasan lain yang ada dalam benak webmaster penganut atribut do follow.
Jika ada yang bermaksud mencari pertimbangan lain untuk menjadikan blog sebagai bagian penganut atribut dofollow atau sedang belajar link building silahkan kunjungi 3 daftar-blog-do-follow-terupdate berikut dan temukan rahasia-rahasia lainnya di sana :
Google SEO Guide sebagai salah satu materi yang banyak dipelajari webmaster, menuliskan subjudul “Be aware of rel=”nofollow” for links”. Meskipun ada banyak faktor lain untuk meraih sebuah kesuksesan termasuk didalamya popularitas, traffic tinggi, dan lain-lain.
Menjadikan sub judul tersebut sebagai sebuah konvensi bukanlah sebuah pamali. Mengikuti dan mengindahkan sebuah arahan adalah cara yang baik pula untuk menjadi baik dalam menerapkan ilmu-ilmu SEO.
Setelah menjadikan sebuah kepatuhan sebagai sebuah alasan, maka reputasi sebagai sebuah situs yang patuh akan terbentuk dengan sendirinya, tentu didukung oleh faktor-faktor lain yang tersembunyi dibalik hal tersebut. Reputasi yang jelas-jelas di diskripsikan google adalah reputasi sebuah halaman dalam sebuah situs. Membagi reputasi halaman tentang resep masakan kepada situs pengelola senjata api jelas tidak masuk akal khan ?.
Beberapa master SEO menuliskan bahwa, PageRank sebuah domain ditentukan oleh PageRank halaman-halaman yang ada didalamnya. Bukan kuantitas link yang diperoleh, tapi kualitasnya. Menjadikan blog menjadi dofollow atau tetap nofollow adalah salah satu metode atau cara untuk meraih yang berkualitas tersebut.
Mempertahankan atribut NoFollow dalam sebuah situs yang fokus pada satu materi juga akan menaikkan popularitas dan reputasi situs tersebut dengan sendirinya. Ada banyak contoh weblog atau blog yang mendapatkan rapor bagus untuk kasus ini. Materi Google SEO yang bisa digunakan untuk menjelaskan kasus fokus ini sepertinya “gambaran secara menyeluruh sebuah situs”.
Sebuah situs yang membahas A sampai Z tentang blog dofollow dalam semua halamannya, sudah pasti akan menjadi yang pertama untuk dikunjungi oleh orang yang ingin mencari informasi tentang cara menjadi dofollow dengan bijak. Kemudian pengunjung tersebut mengakuinya sebagai situs yang paling lengkap dan paling informatif tentang nofollow dan dofollow, karena dalam setiap halamannya berisi tentang informasi yang ia perlukan. Yang terjadi kemudian adalah, orang tersebut akan mengabarkan situs tentang materi dofollow tersebut kepada sesama penganut atribut dofollow yang lain dalam komunitasnya. Mendapatkan pengunjung berikutnya ?, Traffic tinggi pada statistik Alexa ?, Popularitas ?, ….Otomatis tercapai….!
Sekali lagi, mempertahankan NoFollow atau menjadikannya DoFollow ? Tetap sebuah pilihan.
Pssstt,… Banyak lho yang awalnya DoFollow, tetapi setelah cita-citanya tercapai mendadak sontak menjadi NoFollow lagi.
Hayooo Pilih yang mana ? Atau ikutan dofollow versi side22 saja
Silahkan tuliskan komentar, atau trackbackartikel diatas. Emmm,.. Daftar posting dibawah ini mungkin melengkapi penjelasan isi bacaan diatas. ♥ Harry
Side22Press is the online learning journal & portfolio of
Handoko Harry
, just a person from
Klaten, Indonesia.
{ 1 } Komentar pada : 3 Alasan memilih NoFollow atau DoFollow
kalo masih kere DOFOLLOW…kalo dah tajir NOFOLLOW…so, simple…