Atribut alt pada elemen markah img

Pada konteks dan tujuan yang berbeda, blog ini pernah menyinggung atribut alt pada tulisan berjudul image yang baik pada sebuah halaman web. Sementara, pembelajaran ini tidak bermaksud lagi menghubungkannya dengan kata pengoptimalan itu.

Kapan atribut alt (sebaiknya) dipergunakan?

Adalah benar jika atribut alt harus dipergunakan/dicantumkan pada elemen markah img untuk memberikan teks alternatif. Teks alternatif dalam atribut alt ini akan dicetak dilayar, jika gambar yang di-embed pada halaman web tidak dapat ditampilkan karena faktor kesengajaan dan ketidak-sengajaan. Dengan memperhatikan kondisi dan keadaan antara lain sebagai berikut ;

Percaya? Suatu saat, seorang ibu di negeri antah-barantah sempat mencak-mencak. Jangankan menemukan alternatif teks berbunyi senada dengan “tombol pendaftaran” pada sebuah situs layanan publik yang harus dia akses. Gambar-nya saja bahkan tidak memuat kata-kata “klik disini untuk pendaftaran” atau sejenisnya yang memudahkannya (sekalipun ibu itu sudah memaksakan matanya yang mulai rabun).

Tetapi, adalah salah jika memaksakan diri menggunakan atribut alt pada sebuah gambar dalam elemen img untuk kondisi dan keadaan seperti berikut;

Terakhir, mempertimbangkan kemudian memilih adalah hak bagi masing-masing individu;

H36H37H67

Atribut alt pada elemen markah img

Published on : Jan 31, 2011. Last modified at : Feb 06, 2011.


Click to share on twitter , digg it, or save this article to del.icio.us.

article Navigation

Related to “Atribut alt pada elemen markah img”.

4 Opinion for “Atribut alt pada elemen markah img”.

Aku suka pakai itu, terlebih jika pakai strict dan kalu lagi pakai browser opera memang atribute itu berguna.

mas Hendro…
Ini untuk pengukuhan diri saja mas, supaya tidak terjun lagi ke error-trial seperti yang dulu-dulu. Oleh karena itulah saya masih cinta dengan agama yang Strict ini. :)

Pakde Harry,

Tentang gambar sebagai konten satu-satunya, menurut saya, tidak harus pakai atribut alt. Apalagi jika konten gambar itu berupa teks yang banyak paragrafnya. Eh bagaimana kabar longdesc? Saya belum mengikuti lagi HTML5.

Rayimas…
Realitanya, seberapa banyak ‘blog (pribadi)’ yang menggunakan longdesc? Dokumentasi publik saja kadang-kadang lupa pasang glosary :( Umm… Sejak yang punya ide lepas tangan, saya juga tidak mengikutinya lagi.

Leave an Opinion

Important : LOW isn't intended to on topic opinions, just be polite. You may use strict markup only. Opinions failing these requirement will be edited. Spam opinion won't get published.
Please, enter your real name and your valid email address (in required field). Don't worry, i'll kept your email private.










Random Learning