Subyektifitas NoMoWiM pada Design OS & UA

Posting ini adalah sebuah subyektifitas. Tanpa bermaksud menelan ludah sendiri berkaitan dengan opini pribadi tentang kesederhanaan design untuk user agent yang modern.
Menjadi subyektif saat memilih sesuatu diantara sekian banyak pilihan adalah sebuah hak. Dan seorang Ayah, yang menjadi subyek utama aksi empati No Mouse on the Web in Monday (NoMoWiM) sesi ke-dua, telah menggunakan haknya.

Design OS yang terlanjur membumi

Satu paragraf mudah-mudahan cukup untuk mewakili heading design OS yang sudah ditentukan sebagai sebuah pilihan, yang terlanjur membumi… terima tidak terima, mau tidak mau… Generasiku memang masih bisa menerima sebuah perubahan, tetapi untuk Ayah ?. Perintah sederhana seperti sudo pada ubuntu, sudah jelas tidak akan tertampung.

Yoyo Mekuhibi ?

Apaan tuch yoyo mekuhibi ? yang mana ?.
Ha…ha… Dunia elektronikanya memang terlalu lekat. Sampai-sampai mejikuhibiniu yang biasa dijadikan sebagai jembatan keledai, mewakili warna-warna gelang resistor, dipergunakan untuk menyebut logo/icon peramban Google Chrome, yang sepintas pandang memang seperti alat permainan yoyo.

Dear Chief Engineering at Chromium project, jangan segan untuk menegur saya, jika anda keberatan produk peramban chrome milik anda mendapat sebutan yoyo mekuhibi.

Alasan Subyektifitas

NoMoWiM sesi ke-dua, tetap mempertahankan GUI dengan tidak menggunduli CSS pada design tema Yrrah beta 2.0. Tombol-tombol yang diperbolehkan untuk melakukan Navigasi adalah tombol Tab, Shift+Tab, PgUp, PgDn, Left, Right, dan satu tombol fullscreen F11.

Subyektifitas lainnya tidak harus ditulis lengkap untuk tujuan obyektifitas dokumentasi pribadi ini.

Subyektifitas NoMoWiM pada Design OS & UA

Published on : Apr 26, 2010. Last modified at : Apr 27, 2010.


Click to share on twitter , digg it, or save this article to del.icio.us.

article Navigation

Related to “Subyektifitas NoMoWiM pada Design OS & UA”.

5 Opinion for “Subyektifitas NoMoWiM pada Design OS & UA”.

Gimana Mas Rasanya NoMoWiM ?
ditempat saya kerja semua karyawan bisa kering kalau tetikus-nya macet dan papan ketik benar-benar untuk mengetik. Perpindahan tab saja menggunakan tetikus ( lidah saya malah jadi berlipat mengucapkan ‘tetikus’ )

Om Aldy,…
Semangat NoMoWiM tidak untuk dipaksakan lho Om,…
Esensi NoMoWiM adalah empati. Empati seorang pengembang untuk memberi alternatif akses bagi yang mempunyai ketidakmampuan fisik dalam penggunaan tetikus.
Jika harus melebar ke arah aksesibilitas pemrograman lain, adalah sebuah pertanyaan sederhana, "Lebih sering mana, ketika kita ingin membuat lembar baru pada sebuah program aplikasi ? meng-klik menu File » New ? atau Ctrl+N ?".
Jika orang-orang disana tidak pernah membahas disability dan empati, rasanya kita tidak akan pernah kenal istilah “hotkey” khan Om ?.

Empati ini bisa jadi untuk keselamatan diri kita sendiri nanti jika sudah tua dan mulai merasa tremor tangan (sehingga kursor bergerak tidak fokus dan sulit dikendalikan) saat ingin mengakses Web. :)

Amin,… Pak dokter.
Saya yakin Pak dokter mempunyai empati lebih besar karena bersingungan langsung dengan obyek-obyek semangat ini.

Salam Sejahtera, Sehat selalu untuk seluruh keluarga Rayimas.

Ach…benar mas Harry. Istilah hotkey sepertinya tinggal kenangan bagi sebagian besar pemakai disini. Buktinya, saya jarang menemukan karyawan yang menggunakan key “Ctrl+N”. Mudah-mudahan kalau sudah lanjut tidak sempat tremor tangan :D

Leave an Opinion

Important : LOW isn't intended to on topic opinions, just be polite. You may use strict markup only. Opinions failing these requirement will be edited. Spam opinion won't get published.
Please, enter your real name and your valid email address (in required field). Don't worry, i'll kept your email private.










Random Learning