Simple Web Design for Modern UA

Sekarang jaman glossy, rata-rata penampilan situs web di presentasikan dengan design yang bercahaya, berkilauan, 'kinclong', sekemilau era web 2 yang dinamis menggunakan kode markah yang sudah menginjak generasi ke-5 serta kode CSS yang sudah ditengarai sebagai level 3. Tulisan ini tidak bermaksud mencari kelemahan atau cacat sebuah peramban, browser, User Agent (UA) yang semakin modern, karena membuat sebuah aplikasi yang simple diucapkan tetapi mempunyai fitur yang dapat dipergunakan dengan baik oleh orang awam sekalipun tentu bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

Tulisan ini juga tidak membahas text browser, karena hanya fokus pada kebiasaan koding markah pada HTML disertai properti-properti CSS berhubungan dengan visualisasi presentasi pada dokumen dengan memanfaatkan fitur yang disediakan oleh masing-masing peramban yang semakin komplit dan modern.

Apakah kelak kita masih perlu mendeklarasikan properti atau event atribut seperti onfocus pada input elemen ? karena chrome dan safari secara default sudah memberikan efek blur berwarna oranye dan biru.

Update : 18 April 2010

Trial diatas mungkin tidak akan berlaku untuk semua jenis Desktop atau OS. Untuk alasan lebih lanjut, silahkan baca baris komentar atau kunjungi dokumentasi resmi WordPress tentang rendering elemen input pada search form di The Search Form

Perlukah kita menambah volume berkas CSS atau style data dengan kode hack untuk visualisasi pada tiap-tiap peramban ?, sementara kalau dibiarkan secara default, dotted border 20px atau tipe standar listing item justru akan memberikan efek yang berbeda saat dirender oleh masing-masing peramban, thats it,.. different user experience ! bukankah malah jadi unik ?.

The opinion, Our opinion, Your opinion, simple

Jika mempunyai opini atau pengalaman pribadi yang ingin di bagi disini ? silahkan,.. opini yang sifatnya informatif atau normatif tetap akan dijadikan sebagai update tulisan ini dengan catatan : tidak mempunyai maksud membanding-bandingkan fitur 5 peramban terpopuler (Opera, FF, IE, Chrome dan Safari), tidak subyektif, menggunakan real-name pada saat berkomentar, menyertakan url utama dan satu url postingan yang berhubungan dengan judul tulisan ini (apabila ada).

Update : 13 April 2010

Rayimas Dani‘s Opinion :

  1. Pada salah satu sesi komentar di blog ini

    … Tinggal kesadaran pengguna memanfaatkan fitur canggih di tiap peramban. Jika pengguna belum aware, ya pengelola yang menyederhanakan antarmukanya …

  2. Dari tulisan yang bersangkutan pada Standardisasi Peramban Web

    Dilihat dari fungsi, mungkin tidak masalah. Efek :hover, :focus, dan :active di tiap peramban akan dianggap sebagai pembeda yang bermakna. Tapi, mungkin saja akan dirasa mengganggu dari sisi estetis desain grafis. Warnanya bisa jadi kurang sesuai dengan keseluruhan tema. Atau tidak sesuai preferensi pengelola. Akhirnya, dibutuhkan ‘hacks’ lagi untuk peramban tertentu. Beberapa desainer dan pengembang Web mungkin menyukai ‘hacks’ sebagai tantangan tersendiri.

Simple Web Design for Modern UA

Published on : Apr 07, 2010. Last modified at : Apr 18, 2010.


Click to share on twitter , digg it, or save this article to del.icio.us.

article Navigation

Related to “Simple Web Design for Modern UA”.

6 Opinion for “Simple Web Design for Modern UA”.

contentnya keren, berguna banget, tq dah share ilmunya.

Salam kenal ^_*

Terima kasih mas Rony. Salam kenal lagi nich ?!? :( OK lah kalau begitu. :)

Asal onfocus-nya bukan ketergantungan pada javascript.
Kenapa user agents itu pada bikin polesan yang beda-beda ya, Pakdhe?

Hal tersebut yang ingin saya sampaikan secara implisit kepada penggagas, pengembang dan orang-orang dibelakangnya. Mudah-mudahan saja kelak dikemudian hari, mereka punya konvensi sendiri tentang mesin teknologi dan user interface aplikasinya saja sebagai pembeda.

Mimpimu tentang standarisasi peramban, user agent, sama tidak dengan mimpiku tersebut ? :) Bukan berarti mengajak kembali ke jaman “baheula” sich. Ego itu masih kodratnya manusia khan Rayimas ?.

Daripada monopoli, ya mending universal open Web standard Pakdhe.

Ternyata kalo ganti theme peramban atau desktop, tombol button bisa jadi ngga ngefek pas di-hover kalo input style=”submit” ngga dikustom. :(

He he, maksudku sebenarnya itu. Kalau di Pramuka jadul, jangan yang penggalang melulu yang sok-sok-an. Yang siaga khan sebenernya pengen segera jadi Penegak :) biar design-nya gantian yang jadi ref.

Kemaren sudah baca kalau ada yang ikut kecapean lari-lari pake cheetah. Tapi akan segera diedit koq, biar tidak menyesatkan yang lain.

Jam 2.30 ? waduh,… jaga kesehatan rayimas. Apa ada cerita dalam diktatmu untuk nyuntik diri sendiri :)

Leave an Opinion

Important : LOW isn't intended to on topic opinions, just be polite. You may use strict markup only. Opinions failing these requirement will be edited. Spam opinion won't get published.
Please, enter your real name and your valid email address (in required field). Don't worry, i'll kept your email private.










Random Learning