Refreshment, Resep Favorit Pencinta WordPress

Percaya atau tidak ?, bahwa setiap insan pencinta WordPress ternyata mempunyai makanan favoritnya masing-masing. Beberapa pengguna WordPress yang dikodratkan sebagai kaum ibu, juga dipastikan mempunyai resep masakan ter-favorit-nya untuk dimasak, diolah kemudian disajikan dalam suasana kehangatan keluarganya masing-masing.

Tetapi maaf, entry ini tidak bermaksud membahas resep masakan seorang WordPress Mania atau makanan dan hidangan favorit seorang WordPress Lovers. Posting ini adalah versi ke sekian ratus juta tentang langkah demi langkah upgrade weblog atau blog dengan core engine WordPress secara manual.

Tulisan-tulisan senada telah dibuat dan diposting jutaan bahkan milliaran kali oleh semua pengguna WordPress dari seluruh jagad raya, oleh karena itu judul ‘Refreshment’ sepertinya adalah yang paling tepat dipergunakan dalam tulisan ini.

Ya… karena tulisan ini hanya sekedar materi penyegaran untuk master-master WordPress yang sudah mendapatkan kesempatan menuliskannya lebih dahulu, dan digunakan terbatas sebagai tool pribadi untuk menguji tingkat daya ingat yang mulai memudar.

Meskipun sejak versi 2.5, WordPress sebenarnya telah menyediakan fasilitas pemutakhiran secara otomatis hanya dengan melakukan 2 sampai 3 kali klik melalui panel tool upgrade dashboard admin. Tetapi, sebuah petunjuk manual untuk upgrade kadang-kadang tetap harus dimengerti untuk mengatasi kendala koneksi dial-up di bumi pertiwi yang kadang bagus sekali dan kadang-kadang kebalikannya.

Sekali lagi, seorang pendatang baru yang akan mencintai WordPress, sudah seharusnya hafal diluar kepala pada materi backup dan upgrade untuk mengimbangi interval upgrade yang relatif singkat.

Dan berikut adalah 10 manual untuk memutakhirkan WordPress blog ;

  1. Backup Database. Database adalah materi paling berharga untuk sebuah situs dinamis pada era Web 2.0. Kerusakan atau bahkan kehilangan materi ini berarti sebuah malapetaka telah menimpa sebuah situs atau blog. Mempertimbangkan proses backup database secara periodik lebih bermanfaat jika dibandingkan melakukan backup hanya pada saat akan melakukan upgrade besar-besaran pada sebuah weblog. Untuk pengguna panel hosting cPanel, berikut beberapa alternatif backup database yang bisa dipilih, diurutkan berdasarkan tingkat ketelitian saat melakukannya ;
    • Melalui menu Files — Backup Wizard
    • Melalui menu Files — Backups
    • Melalui menu Databases — phpMyAdmin

    untuk pengguna kontrol panel yang lain, bisa membacanya pada dokumentasi resmi “Backup WordPress”.

  2. Backup berkas berkas pada root instalasi WordPress termasuk berkas berkas otentifikasi yang ada didalamnya.
  3. Yakini bahwa, langkah pertama dan kedua di atas telah dilakukan dengan baik dan benar.
  4. Periksa kompabilitas Plugin yang dipakai. Apabila menggunakan plugin yang tidak kompak dengan versi WordPress terbaru yang akan di pergunakan, segera “Deactive” melalui dashboard admin, dan segera download versi plugins yang paling kompatibel.
  5. Yakini kembali bahwa 4 langkah pertama diatas sudah dilaksanakan dengan benar serta terdokumentasi dengan baik pula.
  6. Melalui kontrol panel hosting atau FTP Client, silahkan hapus file dan folder dengan kriteria sebagai berikut :
    • berkas index.php pada root instalasi WordPress
    • berkas xmlrpc.php pada root instalasi WordPress
    • semua berkas dengan prefix wp-, kecuali wp-config.php
    • folder wp-admin beserta anak-pinak di dalamnya
    • folder wp-includes beserta anak-pinak di dalamnya
  7. Unduh versi terbaru WordPress kemudian ektrak pada komputer lokal. Pada hasil ekstrak segera hapus :
    • folder wp-content
    • file wp-config-sample.php
  8. Unggah semua folder dan berkas yang tersisa pada langkah ke-tujuh ke tempat instalasi WordPress menggunakan FTP client yang paling familiar kita pergunakan.
  9. Setelah proses unggah selesai, buka url berikut http://domain-anda.com/wp-admin/upgrade.php untuk menyelesaikan proses update database dengan versi WordPress terbaru yang telah di pasang.
  10. Aktifkan kembali Plugins, dan lakukan preview, review serta evaluasi untuk memastikan bahwa proses pemutakhiran versi WordPress telah selesai dan berfungsi dengan baik.

“Kenapa hanya 10 langkah standar ?”, karena beberapa plugins terpasang mungkin akan memberikan beberapa langkah tambahan yang harus dilakukan, agar blog anda tetap bekerja dengan normal setelah proses pemutakhiran.

Saya pribadi menyarankan, untuk melakukan upgrade pada saat anda benar-benar santai dan dalam keadaan tidak terburu-buru karena proses ini hanya membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian. Dua faktor yang tidak akan pernah dimiliki oleh orang yang sedang terburu-buru.

Akan lebih afdol, jika anda menyiapkan minuman favorit untuk dinikmati setelah selesai melaksanakan pekerjaan upgrade engine WordPress pada blog anda.

Referensi :

Refreshment, Resep Favorit Pencinta WordPress

Published on : Jan 07, 2010. Last modified at : Sep 25, 2010.


Click to share on twitter , digg it, or save this article to del.icio.us.

article Navigation

Related to “Refreshment, Resep Favorit Pencinta WordPress”.

Leave an Opinion

Important : LOW isn't intended to on topic opinions, just be polite. You may use strict markup only. Opinions failing these requirement will be edited. Spam opinion won't get published.
Please, enter your real name and your valid email address (in required field). Don't worry, i'll kept your email private.










Random Learning