Parse error Lexical error, Pesan Kesalahan Validasi Markah

Dokumentasi pribadi ini di inspirasi oleh cerita Pak Aldy M. Aripin, pada tulisan Kegagalan validasi CSS level 2.1 saat melakukan pengembangan tema WordPress di personfield beliau. Sebelum menuliskan yang berbau teknis seperti pesan kesalahan Parse error Lexical error at line. Secara pribadi, akhirnya,… dengan terpaksa harus menggaris-bawahi kembali pemahaman makna validasi. Tertarik dengan materi validasi ataupun tidak mau tertarik, tetap akan berhubungan dengan pengembangan web design yang sudah dihadapkan pada era HTML5 dan CSS level 3. Dan ketertarikan tersebut saya serahkan kembali kepada anda sekalian. Selanjutnya mohon dicatat, tulisan ini tetap sebuah opini dan bukan tutorial.

Pesan kegagalan validasi-CSS dengan jigsaw-css-validator seperti ;

Parse error Lexical error at line [angka#1], column [angka#2]. Encountered: "[kode-markah#1]" ([nomor-entitas]), after : "[kode-markah#2]".

bisa saja diikuti pesan lainnya seperti No Style Sheet Found. Dan berikut adalah terjemahan bebas pesan kesalahan diatas versi saya;

Parse error

Kesalahan parsing markah. Saat ini sebuah halaman web dapat disajikan dengan beberapa bahasa pemrograman yang dikodekan dan diurai pada sisi server dan sisi klien. Masing-masing bahasa pemrograman mempunyai sintaks penulisan yang berbeda, dan disinilah kesalahan parsing markah tersebut bisa terjadi.

Khusus pada penyajian CSS, Expert-Master tentu tidak akan kaget bila sebuah value pada properti CSS dapat dibuat dengan ekspresi yang menggunakan bahasa scripting, dan potensi kesalahan parsing ini bisa saja muncul. Contoh lain yang ada di blog ini terletak pada trilogi tulisan usaha pencapaian optimasi kecepatan muat halaman dalam error & trial optimasi-CSS, Stupid Modul style-sheets-data CSS dan Cara menyembunyikan CSS. Pada tulisan terpisah tersebut, style-sheets-data CSS diparsing dengan bahasa PHP. back to error message ↑

Lexical error

Kesalahan leksikal. Pesan kesalahan ini mucul karena ditemukannya kesalahan dalam parsing HTML. Perangkat validasi-CSS, jigsaw menggunakan analisa leksikal markah HTML yang mengawali proses penguraian data yang ada pada berkas CSS. Lebih dekat dengan kesalahan leksikal silahkan baca Sintaks Leksikal – Online Report Haskell Organization. back to error message ↑

[angka#1]

[angka#1] dan [angka#2] adalah letak kesalahan markah dalam puisi kode yang dituliskan. back to error message ↑

[angka#2]

baca [angka#1]

[kode-markah#1]

Penyampaian kesalahan markah ini sebenarnya sama mirip dengan pesan kesalahan yang ada pada saat terjadi kegagalan validasi (X)HTML. [kode-markah#1] ini selalu berhubungan dengan [kode-markah#2]. back to error message ↑

[nomor-entitas]

Nomor-entitas, adalah representasi karakter pada [kode-markah#1] yang dituliskan dalam bilangan heksadesimal. Selain menggunakan kode heksadesimal, sebuah karakter dapat juga dituliskan dengan kode alias atau kode entitas. Rujukan ini dapat dibaca pada Referensi Entitas – W3Schools, dan terbatas pada penulisan kode pada WordPress dapat di baca selengkapnya di WordPress Organization – Menulis kode dalam posting. back to error message ↑

[kode-markah#2]

baca [kode-markah#1]

No Style Sheet Found

Halaman penggaya tidak ditemukan. CSS-Validator menggunakan parsing HTML untuk mengambil dan menguraikan style-sheet-data yang ada pada berkas CSS. Apabila terjadi kesalahan parsing yang disebut pada parse-error maka sebenarnya perangkat validasi-CSS tidak dapat melakukan tugas mengambil dan menguraikan style-sheet-data yang ditulis atau yang dikodekan diantara <style>...</style> untuk dianalisa. Untuk pemahaman lebih lanjut tentang jigsaw W3C css-validator, dapat dipelajari pada Diagram CSS Validator – W3 Organization. back to error message ↑

Parse error Lexical error, Pesan Kesalahan Validasi Markah

Published on : May 14, 2010. Last modified at : May 15, 2010.


Click to share on twitter , digg it, or save this article to del.icio.us.

article Navigation

Related to “Parse error Lexical error, Pesan Kesalahan Validasi Markah”.

19 Opinion for “Parse error Lexical error, Pesan Kesalahan Validasi Markah”.

terima kasih atas penjelasannya, tapi saya masih bingung bolehkah saya bertanya?
kenapa kode: Property -moz-opacity doesn’t exist : 0.7 0.7
itu dianggap tidak valid
saya belajar otodidak jadi maklum masih awam

Mas Gugun
Sedangkal saya bisa menterjemahkan bacaan saya,
1). Properti transparansi "opacity" memang sedang dikembangkan untuk standar, css3-color#transparency.
2). Informative : Prefix -moz- adalah properti proprietary Mozilla Org, css3-syntax#vendor-specific.
3). Normative : Saya pernah mencoba -moz-border-radius. Tapi berpihak pada UX, saya memilih Grammar yang standar-standar saja mas.

oke deh pak terima kasih penjelasannya

Ach…
Dokumetasi pribadi ini ternyata sebuah jawaban tersembunyi, terima kasih mas Harry.
Tapi maaf sebelumnya, saya kudu ngulang-ngulang untuk memahaminya, maklum saja kalau sudah kepala 4 menjelang 5 agak lelet loading-nya.
(*masih manggut-manggut bengong….*)

Mas, maaf OOT ( mohon delete setelahnya ),
pranala (tautan ?) diatas beberapa diantaranya tidak valid ( mengantarkan ke halaman error 404 ).

Mas Harry ( wow, jadi triple comment :D ),
menggunakan kompresi mode GZIP apa mempengaruhi ? maksud membuat parsing HTML-nya menjadi error ?

Om Aldy,…
Mohon maaf, saya sudah janji dalam hati untuk tidak menambah daftar panjang penyesatan dengan kata mode tsb.
Tapi begitu template lamanya di buka lagi, Saya yakin sebenarnya Mas Rismaka dan Om sendiri sudah tahu kesalahan ini, "pakai direct input bisa. via link tidak bisa" disitulah letaknya.
Identifier-URI yang dipakai pada template baru sepertinya agak ganjil Om.
"rfc2396 – The component names are enclosed in angle-brackets and any characters outside angle-brackets are literal separators. Whitespace should be ignored. These descriptions are used informally and do not define the syntax requirements"

Dari diagram CSS Validator W3 terlampir coba cari angka 15 dan temukan kedua ujungnya. Koq jadi main teka-teki sih ya Om :(

oke deh juga Mas Gugun, terima kasih pertanyaannya

Ntar diperbaiki Mas dan masih mencoba untuk menjawab teta-tekinya (*garuk kepala, sambil ngeloyor pergi; ngintip dikit dink, siapa tahu jawabannya dibongkar *)

[…] I visit mas Harry post about Parsing W3C Lexical Error to find any clue, but I still don’t get one. Then, I try to validate PersonField.web.id […]

[…] ditangani, tetapi karena kemampuan memori dan banyaknya sampah yang nyangkut, walaupun sudah diulas secara khusus oleh Mas Harry, nyatanya error masih belum dapat diatasi. Kondisi ini memaksa Personfield.web.id kembali […]

[…] saya namakan “personfield_revision_one” mungkin endingnya akan lain, nyatanya pada thereadnya side22.com semuanya sudah digambarkan secara […]

Tak ada masalah dengan Gzip bro, dulu PlainBox punya saya di gandamanurung.com pun pakai CSS yang di kompresi dengan Gzip, dan tidak ada masalah.

Yup. Ini dia masalahnya pak de. Maaf saya tidak membacanya kemaren. Sebaiknya URL di encode, karena itulah yang valid. Tetapi [keukeuh], seharusnya validatornya mampu untuk mengambil URL utuh dan menampilkan bahwa URL nya tidak valid, mungkin dengan memberikan link ke RFCxxx bisa membantu. :)

Mas Ganda,…
Yang penting, masalah sudah terselesaikan.

-moz-border-radius
-webkit-border-radius

setuju dengan mas idebagusku, ada ga pengganti kode2 tersebut agar valid.. makasih.

Blognya Achot,…
Mas Nur, properti border-radius khan sudah ada dikembangkan.
Tapi Mas Gugun juga sudah setuju dengan saya kalau saya tidak bisa memberikan <cite> – nya karena properti tersebut memang belum masuk daftar rekomendasi serta belum support untuk semua peramban yang ada.

Silahkan sering-sering menengok W3C technical reports index untuk mengecek perubahan statusnya, jika statusnya sudah berubah tolong khabari saya ya Mas Nur. Terima kasih.

apakah parse_error diakibatkan karena 1 file terdiri dari css, html, dan php

terima kasih

Mas Arif,…
Pada konteks CSS-Validator, jawabnya YA.
Kesalahan parsing HTML, PHP, JavaScript bisa memunculkan pesan parse error.
Tambahan : Sekalipun parsing sudah benar, lexical error masih bisa muncul jika ada deklarasi value sebuah properti yang digenerate menggunakan JavaScript (re:CSS Expression), terutama pada IE. Alasan inilah yang membuat seorang pengembang menyertakan sebuah berkas CSS khusus untuk hack masalah tersebut, pada tema atau tempalate kreasinya.

Leave an Opinion

Important : LOW isn't intended to on topic opinions, just be polite. You may use strict markup only. Opinions failing these requirement will be edited. Spam opinion won't get published.
Please, enter your real name and your valid email address (in required field). Don't worry, i'll kept your email private.










Random Learning