Disleksia dan Tipografi blog

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan (KBBI Daring) mengartikan, Disleksia adalah gangguan pada penglihatan dan pendengaran yang disebabkan oleh kelainan saraf pada otak sehingga anak mengalami kesulitan membaca. Sedangkan Tipografi adalah kata benda yang berarti ilmu cetak atau seni percetakan.

Disleksia dan DAI.

Dr. Kristiantini Dewi, SpA bertindak sebagai Daily Executor dalam keanggotaan Executive Board Dyslexia Association of Indonesia (DAI), pada artikel Apa Itu Disleksia… ? menuliskan :

[…] Disleksia (atau disebut juga sebagai gangguan membaca spesifik) pada anak dilaporkan pertama kali pada tahun 1896 dan merupakan salah satu bentuk gangguan belajar yang paling sering, yaitu mengenai sekitar 80% dari kelompok individu dengan gangguan belajar. […]

Pada salah satu bagian artikel Apa Itu Disleksia… ? tersebut, beliau merinci secara khusus masalah-masalah yang biasanya dialami oleh penyandang disleksia, antara lain : (dengan tidak bermaksud mengurangi makna dan intisari tulisan dimaksud)

  1. Masalah fonologi.
  2. Masalah mengingat perkataan.
  3. Masalah penyusunan yang sistematis / sekuensial.
  4. Masalah ingatan jangka pendek.
  5. Masalah pemahaman sintaks.

Pada bagian yang lain dari artikel tersebut juga dituliskan senarai tanda tanda disleksia yang mungkin dapat kita dikenali. Untuk tujuan pembelajaran pribadi, blog ini mengutip beberapa butir yang dianggap berkaitan erat dengan tipografi, antara lain:

  1. Kesulitan mengenali huruf atau mengejanya.
  2. Huruf tertukar tukar, misal b tertukar d, p tertukar q, m tertukar w, s tertukar z.
  3. Kesulitan memahami kalimat yang dibaca ataupun yang didengar.
  4. Mengalami kesulitan mempelajari tulisan sambung.
  5. Kesulitan dalam diskriminasi visual.
  6. Kesulitan membedakan huruf vokal dengan konsonan.
  7. Kebingungan atas konsep alfabet dan simbol.
  8. Kesulitan membedakan kanan kiri.
  9. Membaca lambat lambat dan terputus putus dan tidak tepat misalnya ;
    • Menghilangkan atau salah baca kata penghubung (di, ke, pada).
    • Mengabaikan kata awalan pada waktu membaca (“menulis” dibaca sebagai “tulis”).
    • Tidak dapat membaca ataupun membunyikan perkataan yang tidak pernah dijumpai.
    • Tertukar tukar kata (misalnya: dia-ada, sama-masa, lagu-gula, batu-buta, tanam-taman, dapat-padat, mana-nama).

Jangan !, jangan menanyakan setiap detil tentang disleksia pada saya, karena saya tidak mempunyai latar belakang medis, saya juga bukan staf pengajar. Pembelajaran pribadi tentang disleksia ini, hanya untuk berjaga-jaga jika disekitar saya ada terdapat tanda-tanda disleksia tersebut diatas. Selanjutnya, silahkan kunjungi tautan diatas jika ingin menanyakan atau mendiskusikannya dengan beliau beliau di ADI.

Tipografi blog bagi penyandang disleksia.

Silahkan memaki saya sebagai orang bodoh yang sok tahu, karena saya sadar pembelajaran saya tentang tipografi pada desain blog ini juga belum tuntas. Bahkan memaknai tipografi itu sendiri, apakah harus menjadi seperti kaligrafi ? apakah harus kaku ?, saya juga belum menemukan jawabannya.

Tetapi… jangan anggap bodoh mereka, saudara-saudara saya yang penyandang dan/atau mengalami disleksia. Jangan tengarai mereka dengan label itu, seolah olah mereka tidak berhak atau tidak perlu membuka koneksi internet, menuliskan sebaris URL sebuah artikel blog, membaca isinya untuk menambah wawasannya. Jangan ! kecuali anda sudah lebih pandai dan wawasan anda sudah lebih luas dibandingkan seorang Albert Einstein atau seorang George W Bush. Masih kurang yakin ? silahkan baca juga Disleksia Tak Sia-sia – tempointeraktif.com

Tolong… jangan hubungkan tulisan ini dengan kritik mengkritik, sindir menyindir dan sebagainya. Artikel blog ini masih termasuk salah satu pembelajaran pribadi tentang desain dan tipografi. Sebatas itu saja.

Disleksia dan Tipografi blog

Published on : Aug 05, 2010. Last modified at : Aug 06, 2010.


Click to share on twitter , digg it, or save this article to del.icio.us.

article Navigation

Related to “Disleksia dan Tipografi blog”.

8 Opinion for “Disleksia dan Tipografi blog”.

Pakde Harry,
Jadi yang subjudul "Tipografi blog bagi penyandang disleksia" belum tuntas ya?

Anak disleksia biasanya gifted.

Mas Dani, maksudnya gifted?

Untuk saat ini sepertinya disleksia telah menjadi masalah yang cukup umum. mengenai hubungannya dengan Tipografi sepertinya jelas.

Hmm, jika pengguna normal saja kesulitan membaca tulisan di blog, apalagi penyandang disleksia.

Rayimas…
Meskipun saya sudah menyederhanakan tagline blog ini, apakah saya mampu/dimampukan untuk menghapus kata learning itu ?. Keterkaitan antara kebergunaan, keteraksesan dan keterbacaan dst itu ternyata susahnya setengah hidup.

Dan jika semua nikmat ini adalah hasil dari bakat bakat superior mereka, (meskipun belum/tidak membayar lunas) mudah mudahan rasa empati & peduli ini sudah cukup mewakili.

Satu lagi Rayimas dokter, diskriminasi visual itu yang bagaimana ya ?

ardianzzz…
Maaf mas Ardian, saya terpaksa menyunting markah i yang dipergunakan.
Saya ijin bertanya, “Mengutip makna baku itu, apakah ilmu cetak pada kertas sama dengan ilmu cetak pada layar ?”.

ardianzzz,
Gifted dalam pengertian saya, maksudnya diberi kelebihan tertentu oleh Tuhan. Tidak harus bersifat supranatural.

Pakde Harry,
Diskriminasi visual? Menurut saya, dalam konteks Web, itu artinya apa yang dilihat orang normal berbeda dengan apa yang didengar (oleh penyandang disabilitas penglihatan). Diskriminasi dari sisi mereka yang kurang mampu.

Diskriminasi visual terkait disleksia, menurut saya, juga berhubungan dengan penyajian gambar yang bisa memudahkan proses pemahaman, dibanding sekadar teks.

Kaitan disleksia dengan tipografi, dari yang pernah saya baca, penyandang disleksia umumnya lebih mudah membaca tulisan tangan/handwriting masa awal belajar. Jadi, fonta atau set huruf semacam "Comic Sans" lebih mudah dibaca.

Rayimas…
Terima kasih atas pemahaman diskriminasi visual tersebut. (sudah ditambahkan via markah ins). Ongkos konsultasinya boleh menyusul Rayimas dokter ya.

Oh, itu maksudnya gifted… :)

Ilmu cetak & Ilmu media layar? Kalau dari sisi desain usabilitas tentu saja berbeda Pakdhe. :D

Semua orang butuh pendidikan. khusunya secara otodidak
:)

OOT, Habis realign Pakdhe? Saya lihat dengan Safari 5 dengan font-smoothing maksimal. Nice Typography! :D

Leave an Opinion

Important : LOW isn't intended to on topic opinions, just be polite. You may use strict markup only. Opinions failing these requirement will be edited. Spam opinion won't get published.
Please, enter your real name and your valid email address (in required field). Don't worry, i'll kept your email private.










Random Learning