NoMoWiM Spirit + PWD-Use-Web Draft = DEO (Prolog)

Tulisan ini hanya sebagai materi pemantapan diri, selama masa rehat dari kegiatan evaluasi NoMoWiM berkaitan dengan semangat empati pada saudara-saudara yang mempunyai ketebatasan kemampuan, baik yang dialami sejak lahir atau karena masa penuaan saat ingin mengakses sebuah website dan atau webblog.

Aksesibilitas Web mengacu pada latihan, praktek pembuatan website atau situs yang dapat digunakan oleh semua kalangan baik yang diciptakanNya normal maupun yang mengalami keterbatasan kemampuan atau cacat.

Ketika sebuah tema website dalam skala luas atau tema blog dalam lingkup pemberitaan terbatas sudah di design dengan baik dan benar, kemudian dikembangkan dan diedit, maka seharusnya semua pengguna dapat memiliki akses yang sama terhadap informasi dan fungsionalitas yang ada pada website atau blog tersebut.

Skenario SEO, Aksesibilitas atau DEO ?

  1. Ketika makna semantik kode HTML sudah digunakan dengan baik dan benar, seperti menyediakan teks sebagai alternatif untuk mendiskripsikan sebuah gambar atau pengganti pranala yang berwujud gambar, maka hal ini akan membantu pengguna tuna netra saat ingin mengetahui konten menggunakan aplikasi text-to-speech ataupun perangkat text-to-Braille.
  2. Ketika teks dan gambar dibuat dengan cukup besar atau dapat diperbesar, maka hal ini akan mempermudah pengguna yang sudah rabun untuk melihat atau membaca serta memahami konten. Anda tentu tidak pernah bermaksud menambah parah penyakit mereka khan ?
  3. Ketika pranala telah digarisbawahi, diberi warna yang berbeda atau dinyatakan berbeda dari teks yang lainnya, maka hal ini akan sangat membantu pengguna yang buta warna supaya tidak kehilangan informasi selanjutnya yang ditautkan dengan anchor teks.
  4. Ketika pranala dapat diklik dan dibuat dengan area klik yang cukup lega, maka pengguna yang tidak dapat mengontrol mouse secara presisi akan merasa sangat terbantu.
  5. Ketika dalam sebuah halaman sudah disediakan alternatif navigasi yang dapat dilakukan hanya dengan menggunakan papan ketik atau dapat diakses dengan tombol-tombol tunggal, maka pengguna yang tidak dapat menggunakan mouse atau bahkan papan ketik standar akan merasa sangat terbantu dengan navigasi yang baik tersebut.
  6. Ketika konten berupa video sudah menyediakan caption sebagai penutup, atau bahkan menyediakan bahasa isyarat didalamnya, maka pengguna yang tuna rungu dan mempunyai ketebatasan pendengaran tetap akan dapat memahami video yang dibuat.
  7. Ketika efek-efek berkedip (baca:flashing) dapat dihindari atau dibuat sebagai sebuah pilihan atau opsional, maka pengguna yang rentan terhadap kejang yang disebabkan oleh efek-efek berkedip ini tidak perlu anda sakiti ketika berkunjung ke halaman anda.
  8. Dan Ketika sudah menuliskan konten yang baik dengan bahasa yang paling sederhana atau dapat diilustrasikan dengan diagram-diagram berwujud instruksi atau animasi, maka pengguna disleksia dan kesulitan belajar akan lebih mampu memahami konten yang ada.

Akhirnya, Ketika sebuah design situs atau design blog sudah dibuat, dibangun kemudian dipelihara untuk menampung semua kepentingan dan memfasilitasi semua jenis pengguna seperti pada contoh skenario diatas dengan baik dan benar, maka anda termasuk pengembang yang pantas diacungi empat jempol sekaligus.

Tulisan ini adalah terjemahan bebas dari dokumen W3C-WAI yang berjudul How People with Disabilities Use the Web – Scenario, tanpa bermaksud menyimpang dari dokumen aslinya. Tulisan ini juga saya maksudkan sebagai prolog bagi yang ingin membaca lebih detil tentang Aksesibilitas Web di Unessential Weblog milik Pak Dani.

NoMoWiM Spirit + PWD-Use-Web Draft = DEO (Prolog)

Published on : May 03, 2010. Last modified at : May 03, 2010.


Click to share on twitter , digg it, or save this article to del.icio.us.

article Navigation

Related to “NoMoWiM Spirit + PWD-Use-Web Draft = DEO (Prolog)”.

5 Opinion for “NoMoWiM Spirit + PWD-Use-Web Draft = DEO (Prolog)”.

Mas Harry,
ternyata membuat sebuah blog sederhana tidak sesederhana yang menggunakannya, banyak hal yang harus dipahami dan dipelajari untuk memenuhi rasa keadilan terhadap pengguna yang memiliki kekurangan.
Untuk pengguna yang normal saja masih acak-acakan. :oops:

Om Aldy,…
Pak dokter Dani pernah menyampaikan begini, "Tinggal kesadaran pengguna memanfaatkan fitur canggih di tiap peramban. Jika pengguna belum aware, ya pengelola yang menyederhanakan antarmukanya".

Pada konteks tulisan ini, mari kita buat sebuah analisa terbalik. "Jika pengguna sudah sangat aware karena keterbatasan dan kekurangannya". Apa yang harus dilakukan pengelola ? Bukankah seharusnya semakin merasa perlu untuk menyederhanakannya ? :(

:oops: juga, kenapa jadi berkesan menggurui ya (*sambil menepuk kening terus garuk-garuk kepala*) :D :D

:( tapi koq kena delay terus sih Om.

Argh..jadi ngga enak..di tempat saya ngga detail-detail amat kok Pakdhe.

Belakangan WCAG 2.0 bersifat lebih fleksibel dibanding WCAG 1.0. Misal flashing boleh, tapi dibatasi dengan sekian kali kedip atau dapat dikontrol oleh pengguna. Bayangin aja gemana buat marquee yang aksesibel. Sebenarnya, efek teks berkedip via CSS dengan 'blink' masih dtolerir, karena bisa di-disable via mematikan CSS. Ya seperti itulah.

Tantangannya mungkin menyederhanakan aksesibilitas Web untuk bukan sekadar teori yang teknis belaka.

Lho gimana tho Rayimas ini ?,…
kalau merasa ga enak segera bikin spanduk baru depan rumah, tulisin,"Hari ini BAYAR, Besok GRATIS" :) [bercanda].
Melengkapi dengan yang detil-detil khan tugasmu. Saya jadi "bolo dupak"nya saja :)

Masalahnya masih banyak pengguna yang tidak aware dengan dirinya sendiri (?),
Justru yang sederhana itu yang tidak mudah mas, ngekor salah…
membelot apalagi.

Leave an Opinion

Important : LOW isn't intended to on topic opinions, just be polite. You may use strict markup only. Opinions failing these requirement will be edited. Spam opinion won't get published.
Please, enter your real name and your valid email address (in required field). Don't worry, i'll kept your email private.










Random Learning