Dasar ?!?
Apanya yang dasar ?!?. Ini hanya sebuah cerita saja setelah "jalan-jalan sebentar". Begini, adalah seekor Kecoa mengamati kedatangan Suami Istri pemilik rumah beserta bayi mungilnya setelah berbelanja di super market. Mata si Kecoa semakin lekat saat semua belanjaan dikeluarkan dari kantong, dan terbelalaklah ia saat melihat insektisida cair adalah barang terakhir yang dikeluarkan dari kantong.
"Gawat !, ini bukan keluarga petani", Gumamnya sedih.
Merayap gontai, ia mencoba keluar rumah, dan bertemu Tikus temannya lalu berceritalah si Kecoa tentang kegundahan hatinya. Tetapi si Tikus justru berkata, "Insektisida khan ?, tidak akan membunuhku. Sabar saja kamu, tabah. Ada keju tidak ?". si Kecoa lalu melanjutkan perjalanannya dengan hati yang semakin galau.
Dipekarangan, si Kecoa berteduh dibawah rimbun apotik hidup karena panas terik matahari. Disana ia mengulang cerita hidupnya pada sebatang Jamur.
"Tabahkan hatimu, mungkin sudah menjadi takdirmu. Kalau fungisida, aku baru berterimakasih padamu", kata si Jamur. "Betul, kalau herbisida, mungkin aku yang paling pantas berterima kasih. Sabar saja kamu", tambah si Rumput liar.
Menahan kesedihan dan pasrah pada nasib, si Kecoa merayap kembali kedalam rumah. Tetapi betapa kagetnya si Kecoa melihat keributan disana.
Si Suami sedang memukuli si Tikus dengan stick golf sambil memaki karena mata anak kesayangannya terpercik insektisida yang tumpah karena tersenggol si Tikus saat berburu keju. Dan matilah si Tikus temannya.
Tidak berselang lama, Kecoa melihat si Istri berlari tergopoh-gopoh menuju apotik hidup dan mencabut si Jamur dan si Rumput liar untuk ditumbuk dan dijadikan obat, sesuai resep turun temurun keluarga tersebut, maka selesai pula riwayat si Jamur dan si Rumput liar. Kecoa pun semakin sedih dan menahan isak yang tiada terperi.
Apakah blogosphere di bumi pertiwi seperti cerita tersebut diatas ? No, Tidak !. Setelah blogwalking dan menjumpai beberapa yang berkarakter kuat dalam menulis dan berkomentar. Kesimpulannya adalah blogger Indonesia punya empati dan kepedulian satu sama lain dengan gaya mereka sendiri-sendiri, dan tidak seperti cerita diatas.
Tengok saja Rayimas Dani pemilik daniiswara dot com yang menganggap tulisannya adalah Unessential Weblog padahal berisi dasar-dasar standarisasi web, aksesibilitas dan sejenisnya, atau mas Adi pemilik rismaka dot net yang membuka etika-etika pertemanan diantara blogger pada tulisannya tentang sebuah komentar dan cara berkomentar, beberapa trik penting untuk performa web dan optimasi-nya terutama wordpress ada disana atau mas Cahya pemilik situs legawa dot com yang punya karakter kuat untuk tidak peduli dengan segala macam pernik-pernik ngeblog, kecuali menjadikan webblog sebagai tempat untuk menulis dan berkarya.
Mereka adalah sebagian kecil dari sekian juta orang pandai yang peduli satu sama lain dan concern dengan ilmu-ilmu web. Lalu Kenapa orang-orang pandai di bumi pertiwi ini tidak mencoba bergabung, bahu membahu mencoba dan kemudian mengusahakan dimasukkannya Indonesia – Indonesian dalam dropdown list W3C by Region pada W3 ya ?
Navigation
Related to “Dasar ?!?”.
6 Opinion for “Dasar ?!?”.
Yang W3C by Region, mungkin masih jauh. Belum prioritas ngurusin yang berbau idealis seperti itu. Urusan perut masih utama. Kecuali nanti makin banyak universitas punya panduan standar Web dan aksesibilitas, ada hukum aksesibilitas Web untuk situs layanan publik, lomba (desain) blog mengikutsertakan unsur standar Web dan aksesibilitas, dll. :)
Kalau aku kebalikannya. Sekarang sudah masa bodo amat dengan PageRank, trafik, berjualan tema wordpress, paid review dll. ketularan mas Cahya kali ya.
Yang penting eksis nulis, bikin cerita tidak penting yang bisa menghibur orang lain. Itu lebih bermanfaat buat kesehatan jasmani dan rohani daripada mikirin kubangan bangkai bernama perut melulu. :D
Empati, dulu ada KSN, masih ada ga ya ?!? :)
Bukan idealis Rayimas.
Siapa tahu masih kuat bayar hosting selamanya dan tulisan ini bisa dibaca generasi ke-sekian. biar bisa menjadi trigger saja.
Atau gini, kalau disana ada 'Naked Day 2010', disini kita buat Gropyokan Tetikus sebagai awal. tiap hari senin buka web ga boleh pakai tetikus, kesadaran sendiri-sendiri saja. :) fmwiw.
Sing gropyokan niku kok yo piye, Pakdhe. Interesting. :) Monggo diresmikan. Kulo nderek.
Baik Rayimas, di edit dulu ya. Mudah-mudahan hari senin sudah terposting.
Leave an Opinion
Important : LOW isn't intended to on topic opinions, just be polite. You may use strict markup only. Opinions failing these requirement will be edited. Spam opinion won't get published.
Please, enter your real name and your valid email address (in required field). Don't worry, i'll kept your email private.
Jah, saya pokoknya di luar sistem. Jika saya desainer atau pengembang Web, saya hanya akan jualan tema/theme, audit Web, naikin PageRank, buat paid review, dll. Pokoknya duit aja! Bukan malah ngeblog ngga penting buang-buang waktu, Pakdhe.
Apapun itu, makasi apresiasinya. :)