Masih Enggan Meninggalkan Atribut Target ?

Setelah Yrrah –tema WordPress– terpakai, menggunakan format dokumen XHTML 1.0 Strict dan meninggalkan format DTD XHTML 1.0 Transitional. Setelah sekitar 6 (enam) bulan yang lalu sempat menuliskan sebuah kuotasi pada tulisan anchor text yang baik sebagai berikut ;

Sedikit catatan untuk halaman HTML dengan tipe dokumen DTD Strict : Atribut target sudah tidak disarankan untuk dipergunakan.

Tulisan ini hanyalah sebuah penegasan pribadi ketika harus mulai menanggalkan kebiasaan menulis atribut target pada lingkungan elemen anchor <a>

Atribut target pada konteks keleluasaan Pengguna ?

HTML 4.01 Transitional dan XHTML 1.0 Transitional mengijinkan penggunaan atribut target pada elemen anchor <a>, untuk membuka jendela baru yang menampilkan halaman yang ditautkan pada pranala. Teknik pada tipe dokumen transitional ini dimaksudkan untuk menghindari munculnya jendela pop-ups yang berpeluang membuat bingung beberapa pengguna.

Mengakomodasi keleluasaan pengguna dalam memprediksi halaman yang akan muncul pada layar komputer dihadapannya, dengan mengikuti teknik HTML dan XHTML diatas, adalah salah satu contoh-situasi pada pemahaman dan pembelajaran kriteria-sukses WCAG 2.0 – Change on Request. "Changes of context are initiated only by user request or a mechanism is available to turn off such changes. (Level AAA) "

…to eliminate potential confusion that may be caused by unexpected changes of context such as automatic launching of new windows…

"Bagaimana dengan kekeluasaan pengguna pada tipe dokumen yang strictketat ?". Dari pertanyaan inilah beberapa webmaster menganggap bahwa tipe dokumen transitional lebih memberikan keleluasaan pada pengguna saat memprediksi perubahan konten, dibanding tipe dokumen yang strict. Benar, sampai kalimat ini anggapan tersebut adalah benar, dan rasa enggan untuk berpindah haluan menggunakan tipe dokumen yang ketat adalah wajar.

Bungkukkan badan, sedikit saja…

Kebiasaan "membungkukkan badan" di budaya timur tidak usah diperjelas pada konteks tulisan ini. Anda lebih memahaminya dibanding saya.

Tulisan ini tidak bermaksud menyerang, offensive, menuduh apalagi menghakimi. Tetapi, menganggap, menyamaratakan semua pengunjung atau pengguna secara umum – general user sebagai yang primitif, adalah lebih primitif dalam konteks ketersediaan fitur-fitur canggih pada peramban-peramban modern yang ada saat ini.

Menghubungkan strict doctype yang sepintas tidak mendukung kriteria sukses perubahan konteks atas kehendak pengguna berkaitan dengan peniadaan atribut target, harus menghubungkan kembali dengan maksud dan tujuan yang belum tercapai pada tulisan Modern UA-Peramban. Kemudian, yang disebut dibawah ini hanya sebagian kecil dari hubungan termaksud, Apa pendapat anda tentang :

  1. Tombol-tombol : "Go back one page" pada Mozilla Firefox, "Back(Alt+Left)" pada Opera, "Click to go back, hold to see history" pada Google Chrome, "Show the previous page" pada Safari, serta "Back" pada Microsoft IE ?.
  2. Sebaris URL yang muncul pada status bar saat melakukan hover pada sebuah pranala ?
  3. Penambahan fitur "Tab Sheet" pada peramban-peramban populer ?

Sekian saja penegasan pribadi tentang atribut target yang harus ditinggalkan dari lingkungan elemen anchor <a>. Mudah-mudahan, anda,… pengembang-pengembang peramban mengerti isyarat "membungkukkan badan" yang saya lakukan. Karena sebagai enduser, hanya sebatas itu yang bisa saya lakukan untuk anda sekalian.

Masih Enggan Meninggalkan Atribut Target ?

Published on : Jun 05, 2010. Last modified at : Jun 05, 2010.


Click to share on twitter , digg it, or save this article to del.icio.us.

article Navigation

Related to “Masih Enggan Meninggalkan Atribut Target ?”.

32 Opinion for “Masih Enggan Meninggalkan Atribut Target ?”.

Hehe, saya sih sudah sejak tahun lalu tidak pernah menggunakan “target”..
Biasanya blogger-blogger yang tidak ingin halamannya ditinggalkan memasang elemen target=”_Blank pada anchor link.

makasih Mas atas pemahamannya

Oleh karena dari pada itu dan kemudian dari padanya mengakibatkan banyak webmaster (masterweb ?) lebih banyak memilh menggunakan doctype transitional.
Saya sudah membungkukkan badan lebih rendah dari orang jepang Mas, tapi maaf isi kepalaku malah tambah bungkuk :(

Om Aldy,…
Khan sudah disarankan via heading, membungkuknya sedikit saja. Yang terlalu rendah nanti saja, nunggu peramban-peramban mengakomodasi secara penuh format HTML5. Kapan rekomendasinya turun ya ? jadi penasaran. :(

Mas Rudy,…
Ini pemahaman pribadi saya lho Mas. Kita punya hak untuk memilih serta mempercayai pilihan kita masing-masing dan tidak harus satu suara koq.

Mas Ardian,…
1. "Logam itu padat", Percaya ? — 2. "Memotong seng ternyata memang perlu gunting baja", Prinsip ? — 3. "Logam Natrium sudah koyak ketika dicolek dengan ujung pensil", Masih Percaya ? — 4. "Natrium + Cloride, kenapa jadi asin ?". ??? — Bagaimana jika 1 dan 2 dilewati/terlewatkan ? Logam itu pasti lembek adanya. Target nya adalah dimana letak titik awal lingkaran ini (jika " Valid, SEO, WCAG, Standard Web, Mesin … " memang membentuk sebuah lingkaran). Jika tidak ada hubungannya, untuk apa semua petunjuk itu dibuat dan seems-like saling mendukung ?

(*diam…termangu *), kopinya nggak keluar-keluar ya ?
Tetangga sudah bicara HTML5 dan CSS3, yang jadi tamu tinggal bengong, tapi longok-longok di depan pintu, siapa tahu ada diselip sisa-sisanya :(

Saya sudah menjajal fitur terbaru HTML5 plus CSS3 plus dukungan JavaScript hasilnya luarbiasa. Sayang penggunaan HTML5 dan CSS3 masih “working in draft”. Siapa yang salah? Mungkinkah perusahaan raksasa produsen trident? yeah, dear microsoft, please use webkit

Bahkan, saya tidak menggunakan rich view untuk text editor di WordPress.

Saya pengen bungkukin badan kok pakdhe, cuma badan saya udah pendek, masa mau dibungkukin lagi? :(

Mas Ardian,…
Sebenarnya tautannya lebih pantas diletakkan di tulisan selingkuh saja. Tapi ya sudah, tidak apa-apa koq terima kasih. Siapa bilang diranah maya ini tidak ada unsur politis ? Ada khan. :(

Saya malah ga pake mode HTML ataupun view di wordpress. Lebih enak pake notepad di windows :(

Linknya ga valid tuh pak dhe,… bungkukin badannya jangan pendek2, ntar malah jatuh :D

Om Aldy,…
Jangan salah pintu. Pintu HTML5 dan CSS3 masih disegel dengan WD. Saya juga belum berani buka-buka, takut kuwalat. :)

Mas Ganda & Mas Adi,…
Percaya dunk. Saya justru kebingungan ketika nemu thread diskusi yang membahas hilangnya gelar MCE, milik si Tiny :D :D

Mas Adi,…
Lupa, kalau di kolom komentar link ga bisa dihajar langsung :( Tks.
Tidak bisa bungkuk ? Ya jangan dilakukan. Targetnya khan sekedar penghargaan saja, masa iya sudah dikasih dengan gratis, tidak mau membergunakan dengan sebaik-baiknya :lol:

Ops…
Kalau lagi draft nggak boleh “nyontek dikit” ya Mas ?
Udahlah ntar tak curi saja… :D

Om Aldy,…
Kenapa harus mencuri ? khan di 'umbar', tinggal ambil saja. :D
Syukur-syukur Om Aldy berkenan ikut berkontribusi. Saya [selaku enduser] hanya enggan untuk menulis tuto/ulasan yang memberi tautan pada materi yang belum final. Kalau Opini, boleh banget… suilahkan.

makasih atas pencerahanya mas harry,

ehm..ehm.. mantaf nih penjelasannya.. :) kata-kata mas harr bagi saya masih terlalu dalam untuk saya pahami atau memang saya nya yang Oon, apa arti membungkukan badan pun sya masih belum paham.. duh.. (*tepok jidat).. translate plisss..

Mas Kartika Dewi,…
Tulisan ini sebenarnya pencerahan untuk diri saya sendiri saja sebagai yang baru, mas.

Mas Nur,…
Cara membungkukkan badan, begini… 1. Ambil meja bermainnya Syafa, 2. Taruh laptop, netbook, atau desktop diatasnya, 3. Terus bikin posting disitu tanpa bangku/kursi dan jangan jongkok :D

sebenarnya hal ini sudah saya ketahui udah lama Mas, cuma kurang masuk keotak saya, maklum… saya dulu masih takut orang meninggalkan blog saya kalau link keluar tidak saya beri target.
so, saya memilih alternatif terbaik bukan hanya kepada diri saya sendiri tapi juga buat pengunjung blog….

Mas Rudy,…
Mungkin saya hanya terlalu nafsu dengan yang pop-up itu. All best for you & ur choice, OK :)

Mas Harry…
yang diumbar “disana” saya nggak ngerti :(

Om Aldy,…
Masak sih,… kalau gitu nanti dech dicoba,… tapi pelan-pelan dan tidak bisa diburu-buru.

pencerahan yang sangat mantap mas.. ringan dibaca tapi benar-benar memberikan pengetahuan

Hahaha.. Untuk tulisan panjang, saya lebih suka pakai Notepad memang. Editor WordPress di IE sering mengalami masalah. IE? Hehehe… Ya, fitur developer tools memang lumayan membantu, walau tak sehebat firebug.

Bisa liat linknya pak de?

Mas Ganda,…
– Mungkin lebih tepatnya, firebug lebih komplit dibanding developer-tool ya. Tapi siap-siap saja jika ada pemutakhiran devtoolnya Google Chrome. cmiiw
– Tentang link-nya, saya masih sangsi kalau ada yang membutuhkannya [IMO : mungkin ada, tapi yakin kalau probabilitasnya sangat kecil]. Tapi janji dech, akan segera diperbaiki [19-26 hari lagi]. Thanks Mas Ganda. :)

Mas Deny,…
Mungkin ringan untuk mas Deny dan yang lainnya. Tapi sebagai bagian dari pembelajaran saya, inti tulisan ini sangat berat untuk saya lakukan secara pribadi.
Mau nanya,… Apakah masih ada hubungan dengan Jl. Nusa Indah No. 14, Perumnas Palur ?. Kalau ada hubungannya, untuk selanjutnya via surel saja dulu [sebaiknya].

Bagi linknya dong pak De, pengen tahu tentang diskusinya. Saya lebih menunggu pemutakhiran Opera Dragonfly pak De. :D

Leave an Opinion

Important : LOW isn't intended to on topic opinions, just be polite. You may use strict markup only. Opinions failing these requirement will be edited. Spam opinion won't get published.
Please, enter your real name and your valid email address (in required field). Don't worry, i'll kept your email private.










Random Learning