Why NoFollow Weblog adherents called stingy ?

Karena masih menyisakan beberapa materi belajar SEO, Sekarang waktunya untuk menyelesaikan satu opini lagi tentang SEO Guide pada pesan dan petunjuk hati-hati dengan atribut “NoFollow”. Maaf, karena bingung mencari ide untuk title yang baik pada tulisan ini, maka dengan terpaksa harus impor judul lagi, dengan mengganti “Kenapa penganut Weblog No Follow dianggap pelit ?” menjadi “Why NoFollow Weblog adherents called stingy ?”.

Binatang apa “No Follow” itu ? dan bagaimana cara menangkapnya ?

Kasat mata, seorang pengunjung awam sebuah situs tidak melihat perbedaan weblog yang no follow dan blog yang do follow. Kecuali pengunjung tersebut adalah seorang antusias yang peduli dengan sebuah Add-ons FF bernama “NoDoFollow”, atau pengunjung tersebut adalah seseorang yang gemar mencari ide dengan membuka-buka source tampilan sebuah situs yang disukainya untuk diadopsikan ke dalam situsnya.

Ciri-ciri tidak kasat mata inilah yang membuat materi atribut No Follow atau No-DoFollow pada Google SEO Guide menjadi sedikit berbeda dengan materi-materi SEO yang pernah dituliskan sebelumnya, materi ini sepertinya benar-benar untuk konsumsi search engine.

Kapan atribut rel=”NoFollow” dilahirkan ?

Bersama-sama dengan Yahoo! dan MSN (Bing), Google memperkenalkan sebuah atribut berformat mikro untuk HTML bernama relevancy (kemudian disingkat sebagai “rel”) dengan value “nofollow”. Dengan menggunakan atribut rel="nofollow" pada sebuah link, maka link tersebut tidak akan digunakan untuk mengkalkulasikan nilai PageRank sebuah halaman. Hal ini diberlakukan karena ramainya kegiatan spamming pada masa tersebut.

Misalnya :

Atribut ini memang tidak akan bisa menghentikan kegiatan spamming, tetapi mencegah masalah saat perhitungan PageRank sebuah halaman.

Apa manfaat atribut “No Follow” dan Bagaimana cara menggunakannya ?

  1. Berkaitan dengan kegiatan spam.

    Saat ini, pada era web dinamis hampir dipastikan jarang ditemukan situs yang tidak menyertakan kolom komentar, dari sinilah kegiatan spam muncul. Dan dari sini pula manfaat atribut “no follow” mulai diberdayakan sekaligus diperdebatkan.

    Sekedar catatan saja untuk pengguna WordPress dan blogger, fitur ini sudah dimasukkan secara default pada sistem komentar. Jadi tidak perlu repot memikirkan hal ini.
    Yang sedikit merepotkan adalah ketika seorang webmaster mulai mempertimbangkan beberapa alasan dan ingin atau harus menjadikan sebuah weblog yang no follow menjadi do follow.

    Alasan apa saja yang menjadikan seorang webmaster harus migrasi dari no follow menjadi do follow, untung dan ruginya, serta daftar panjang penganut atribut dofollow atau daftar do follow blog paling update, saya opinikan dalam tulisan NoFollow vs DoFollow.

  2. Berkaitan dengan posting tulisan atau konten sebuah halaman.

    Ambil sebuah kasus seperti ini :
    Ketika situs kita mulai dibanjiri komentar spam, dan kemudian kita dengan semangat “sharing” yang tinggi ingin membagikannya cerita ini kepada pengunjung tentang bahayanya mengunjungi situs-situs spammer. Apa yang akan kita lakukan ?

    Dapat dipastikan bahwa kita akan menuliskan link situs tersebut dalam sebuah posting. Disinilah letak kegunaan atribut no follow. Kita tidak ingin membagi reputasi halaman kita atau bahkan mungkin reputasi domain kita kepada situs yang kita anggap spam khan ?, dalam kasus ini kita harus selalu ingat atribut ini. “No use it Noangis” ;)

Untuk menggunakan atribut nofollow pada sebuah situs bisa menggunakan beberapa cara, antara lain :

  1. Manual

    Dengan cara menuliskannya secara manual di dalam sebuah link yang kita buat dalam sebuah posting tulisan atau konten.

  2. Menggunakan meta robots

    yang dituliskan sebagai berikut :

    <meta name="robots" content="nofollow">

    kemudian meletakkannya diantara elemen <head> pada sebuah halaman.

Terakhir,
Bukan lagi sebuah rahasia umum, jika penganut atribut no follow akan di jauhi karena di anggap pelit dan di kucilkan karena disebut sebagai yang tidak mau berbagi. Termasuk weblog inikah ?. Tidak, jika tulisan tentang dofollow versi side22-dot-com sudah selesai dibaca. ;-)

Why NoFollow Weblog adherents called stingy ?

Published on : Dec 08, 2009. Last modified at : Dec 17, 2009.


Click to share on twitter , digg it, or save this article to del.icio.us.

article Navigation

Related to “Why NoFollow Weblog adherents called stingy ?”.

Leave an Opinion

Important : LOW isn't intended to on topic opinions, just be polite. You may use strict markup only. Opinions failing these requirement will be edited. Spam opinion won't get published.
Please, enter your real name and your valid email address (in required field). Don't worry, i'll kept your email private.










Random Learning