Navigasi website yang baik untuk SEO

navigasi-website-yang-baik-untuk-seoMelengkapi update versi tema dhea beta 5.2 ke dhea beta 5.3, sebagai wujud pembelajaran sesuai tagline "Learning Around from Null", serta mengejar target "at least one post in a week" (sesuai tujuan menghindari kejenuhan akan sebuah rutinitas). Berikut adalah catatan singkat sebuah perubahan dan perkembangan untuk sebuah pemutakhiran (maksimum untuk diri sendiri), yang dilandasi oleh pengalaman pribadi saat menelusuri sebuah website. Lets think and learn around site navigation atau navigasi website.

Navigasi sebuah website sangat penting untuk membantu pengunjung menemukan content yang mereka kehendaki pada sebuah site situs atau blog. Selain pengunjung, navigasi juga membantu search engine untuk memahami sebuah content yang dianggap penting oleh seorang webmaster. Google menyatakan bahwa hubungan antar halaman secara menyeluruh sebagai gambaran sebuah website, blog, adalah faktor lain yang mendapat point tersendiri.

Gambaran Umum Sebuah Navigasi

Beberapa faktor berikut adalah bagian-bagian navigasi website yang baik dan harus dicermati agar mendapatkan point tersendiri dari Google.

  1. Navigasi Dasar bernama Home atau Root.

    Pada umumnya, sebuah website mempunyai sebuah navigasi utama yang bernama "home" dan umumnya pula anchor text yang dipergunakan oleh sebagian besar desainer web untuk "root" page ini adalah kata "home" pula atau "root page", sebagai pangkal dari semua navigasi yang ada.

    Umumnya pula seseorang yang mengunjungi website tidak dari halaman awal (karena mengikuti sebuah link), kemungkinan besar akan mencari navigasi ini untuk melihat informasi lain yang mungkin diperlukan atau diinginkan.

    Untuk sebuah website yang jumlah halamannya bisa dihitung dengan jari, memang tidak terlalu memerlukan sebuah navigasi, diluar kasus tersebut sebaiknya dipertimbangkan kembali untuk memberikan kemudahan pengunjung site, weblog, untuk berpindah dari halaman awal "home" ke halaman-halaman lain yang lebih spesifik.

    Hasil riset pribadi tentang navigasi pada sidebar menunjukkan bahwa beberapa pengunjung menganggap bahwa yang ditampilkan pada sidebar adalah report dan bukan navigasi, sehingga beberapa pengunjung tersebut malas untuk membukanya.

    Beberapa website yang menempatkan link pada sidebar yang (sebenarnya) dimaksudkan sebagai sebuah navigasi, tetapi meyisipkan atau menempatkan pula beberapa iklan diantaranya sedikit menambah kemalasan beberapa pengunjung dimaksud.

  2. Sitemap – Halaman sederhana sebagai navigasi website.

    Sitemap adalah halaman sederhana pada sebuah site yang berisi struktur website itu sendiri, biasanya berisi daftar hirarki halaman-halaman yang ada pada sitesitus atau webblog.

    Beberapa "pengunjung" kemungkinan besar akan membuka halaman ini apabila mengalami kesulitan saat mencoba menemukan sebuah halaman yang mereka kehendaki pada sebuah website, blog. Sementara mesin pencari juga akan melihat halaman ini sebagai "good crawl coverage".

    Google menjelaskan bahwa seorang webmaster harus menyediakan dan mengutamakan kustomasi halaman sitemap ini diutamakan untuk kepentingan "pengunjung" dalam arti yang sebenarnya.

  3. XML Sitemap – Sebuah file pendukung

    Perbedaan file XML Sitemap dan halaman sitemap diatas adalah XML sitemap adalah sebuah file berformat xml yang dapat di "submit" ke Webmaster Tools Google atau mesin pencari yang lain. Pada mesin pencari Google, file ini akan digunakan Google untuk mempermudah penjelajahan halaman-halaman yang ada pada sebuah site situs atau blog.

    Meskipun Google tidak memberikan garansi, tetapi file ini juga digunakan untuk memberitahu Google sehubungan dengan versi URL yang telah dipilih sebagai canonical (apakah dengan www atau non www).

  4. Navigasi Breadcrumb – sebuah wacana

    Breadcrumb adalah sebaris kalimat berisi internal links yang ditampilkan ditempatkan pada bagian atas atau bawah sebuah halaman, untuk membantu pengunjung melakukan klik atau mempercepat perpindahan antar bagian yang terdapat pada breadcrumb itu sendiri.

    Secara umum sebuah breadcrumb akan diawali "home" atau "root" sebagai pangkal diikuti bagian-bagian yang lebih spesifik. Blog ini menggunakan anchor Journal sebagai pangkal, tanpa bermaksud antiteori :)

  5. Navigasi pada halaman Error 404

    Beberapa pengunjung yang membuka halaman-halaman website yang sudah tidak ada, pada saat mengikuti link yang sudah tidak aktif atau menuliskan URL yang salah pada address bar browser akan diarahkan ke halaman error 404.

    Dengan adanya halaman 404, maka pengunjung dapat diarahkan secara bijaksana untuk kembali ke halaman-halaman yang aktif dan hal ini jelas-jelas memberikan kemudahan bagi "pengunjung". Untuk tujuan tersebut maka sebaiknya dalam sebuah halaman 404 terdapat link yang merujuk ke halaman-halaman aktif, setidaknya link menuju root page sebuah website. Menyikapi halaman 404, terdapat beberapa petunjuk sebagai berikut :

    • Membiarkan halaman 404 terindex oleh search engine adalah keliru. (maka perlu memastikan konfigurasi pada webserver untuk status ini)
    • Memberikan sedikit penjelasan pada halaman 404 adalah wajib, dengan tidak sekedar menuliskan pesan "Not found", atau bahkan tidak mempunyai halaman 404 sama sekali pada website yang dimiliki.
    • Desain yang paling baik untuk halaman 404 adalah desain yang tetap menyertakan header dan footer sebuah website, karena didalam header dan footer sudah terdapat beberapa minimal navigasi untuk kembali ke root page. Lebih bagus lagi kalau mengikut-sertakan sidebar (jika ada).

Best Practise – Katanya

Dan berikut adalah beberapa petunjuk lain yang perlu diperhatikan dalam hal belajar SEO pada navigasi website ;

A. Membuat hirarki yang sewajarnya

Hirarki dapat dipergunakan untuk mengarahkan pengunjung agar semudah mungkin berpindah dari content umum menuju konten yang lebih spesifik yang mereka kehendaki, saat berkunjung ke sebuah website situs atau blog. Apabila dirasakan perlu dan dianggap efektif, maka menempatkan internal link pada sebuah content adalah sesuatu yang tidak menyalahi aturan Google.

B. Membuat Navigasi dengan teks

Navigasi antar halaman dengan menggunakan teks sebagai sebuah link navigasi akan memudahkan search engine pada saat melakukan "crawling" dan memahami sebuah website. Harap dicatat bahwa beberapa pengunjung mungkin saja men-disable tampilan flash atau JavaScript.

Berkaitan dengan dua scripting tersebut, maka sebaiknya menghindari membuat navigasi dalam bentuk drop-down menu, navigasi dengan gambar atau animasi (beberapa, tapi tidak semua search engine bisa mendeteksi link yang dibuat dengan metode tersebut pada sebuah situs).

Tapi hal tersebut tetap menjadi sebuah pilihan seorang webmaster. Namun apabila sebuah website dengan menggunakan link berupa teks saja, pengunjung sudah bisa menemukan halaman yang mereka cari, bukankah hal ini menunjukkan bahwa website tersebut memiliki nilai lebih pada sisi accessibility.

C. Antisipasi pengunjung canggih berkaitan dengan URL

Beberapa pengunjung dalam klasifikasi ini sangat mungkin sekali melakukan navigasi sekehendak hati tanpa memperdulikan breadcrumb atau navigasi yang telah disediakan. Hal ini perlu diantisipasi, untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Misalnya sebuah url (hanya contoh) ;
http://www.kasuscontohkasus.com/rahasia/2009/kegiatanku-selama-libur.htm

dipotong menjadi ;
http://www.kasuscontohkasus.com/rahasia/2009/

dan diinput ke address bar browser, maka semua yang terdapat pada direktori "rahasia" pada tahun "2009", akan ditampilkan. Padahal dalam situasi ini, terdapat beberapa content yang sediannya tidak diijinkan untuk dibaca.

atau bahkan url tersebut dipangkas menjadi ;
http://www.kasuscontohkasus.com/rahasia/
dan diinput ke address bar browser.

Mengakhiri posting tentang SEO pada Navigasi sebuah website, ada tersirat kembali sebuah point pada accessibility, penjelasan tersembunyi tentang sebuah halaman yang sebaiknya valid (menurut kata hati pribadi).

Navigasi website yang baik untuk SEO

Published on : Oct 24, 2009. Last modified at : Apr 24, 2010.


Click to share on twitter , digg it, or save this article to del.icio.us.

article Navigation

Related to “Navigasi website yang baik untuk SEO”.

5 Opinion for “Navigasi website yang baik untuk SEO”.

untuk breadcrumb kayaknya ada konvensi tambahan bahwa tidak selalu diperlukan. lupa pada kondisi mana. :)

Pakdhe, kenapa yang listing ngga pake bullet list?

trus yang subjudul ngga make headings? bukannya lebih semantik, aksesibel, dan SEO kalo make headings dibanding emphasis strong? :)

yah wajar mas, ini konten lama, mungkin pak dhe lagi coba2, atau mungkin males ngeditnya :)

Rayimas,… :(
Kejadian sudah. Komentar 6 bulan baru dijawab. Maaf.

Mas Adi,…
Konten usang mas. Tidak mikirin SEO lagi, makanya tidak pengen diedit lagi.

Tapi terima kasih mas. Sekarang sudah dibenerin sebagai bentuk tanggung-jawab yang lain.

mas hary..
minta tolong lago :D
tolong dong contoh pembuatan SEO kaya gmn
yang motong url….soalnya web wq kena hack url injection terus

makasih yah mas

Leave an Opinion

Important : LOW isn't intended to on topic opinions, just be polite. You may use strict markup only. Opinions failing these requirement will be edited. Spam opinion won't get published.
Please, enter your real name and your valid email address (in required field). Don't worry, i'll kept your email private.










Random Learning