Menulis sebuah konten yang baik (Masih Belajar)

Apapun alasan, tujuan dan metode yang dipergunakan saat menulis sebuah konten di dalam sebuah website atau blog, rasanya sah-sah saja. Kemudian, kenapa harus belajar tentang menulis sebuah konten yang baik ?. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, silahkan jawab dahulu pertanyaan-pertanyaan berikut dalam hati.

  1. Untuk apa kita dituntut bisa menulis di bangku kelas 1 Sekolah Dasar ?,
  2. Apa maksud bapak atau ibu guru mengharuskan kita menuliskan pengalaman selama libur sekolah ke dalam sebuah karangan ?,
  3. Pernahkah kita minta tolong teman untuk membuatkan laporan hasil praktikum ?,
  4. Apa yang kita lakukan ketika menyelesaikan tugas karya ilmiah ?,
  5. Kenapa harus ada tugas akhir dan menjalani sidang sebelum dinyatakan layak menerima tambahan label baru pada nama kita ?,

Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah dijawab dan jika nilai maksimal sebuah karangan atau karya ilmiah atau tugas akhir adalah 10, nilai mana yang biasanya sering kita pilih / peroleh ? 9 atau 10 atau 11 ?

Menulis konten didalam sebuah blog atau website tidak ada bedanya dengan pelajaran mengarang dibangku sekolah. Semakin tinggi tingkatannya, memerlukan pertanggung-jawaban yang semakin tinggi pula. Nilai tanggung-jawab inilah yang sebenarnya menurut pribadi saya adalah nilai terbesar sebuah konten pada sebuah website atau blog. Google telah membagi tips menulis yang baik yang sebenarnya sudah kita peroleh sejak bangku sekolah dasar.

Tips “menulis konten yang baik” berikut, sama halnya dengan panduan tentang mengarang dari guru-guru dibangku sekolah. “Jika sekarang Google telah jadi guru sejagad. Inilah dunia”, selebihnya terserah bagaimana mengingat dan memahami pelajaran yang diterima sejak SD sampai saat jenjang kuliah.
Atau memang tujuan menulis adalah untuk mendapatkan nilai 12 (baca: mengarangnya “jago-banget”) :D
Berikut petunjuknya :

  1. Mengutamakan pengunjung yang membaca dan yang memberikan nilai paling obyektif untuk sebuah konten.
    Menempatkan sebuah konten pada posisi puncak SERPs (Search Engine Result Pages) adalah cita-cita semua pemilik blog atau website.
    Tetapi apa jadinya jika setelah dibuka ternyata tidak ada informasi dan tidak ada pelajaran apapun didalamnya. Masih lumayan jika cuma ditutup. Jika sudah dilabeli nilai 12 seperti diatas dan tidak akan pernah dibuka lagi, maka tujuan untuk terkenal, mendapatkan link tinggal sebuah mimpi.
  2. Konten yang unik dan segar (… dan bertanggung-jawab).
    Seberapa unik dan seberapa segar jika konten yang ditulis adalah sebuah tutorial ? Untuk website atau blog tentang tutorial, sepertinya yang paling diperlukan adalah sebuah tanggung-jawab. Siap menanggung resiko jika ada yang menyalahkan dan bisa menjawab jika ada pengunjung yang menanyakan lebih jauh tentang sesuatu yang dibacanya.
    Mengarahkan jawaban ke tempat lain sama saja menghempaskan sendiri kepercayaan yang sedikit lagi akan diperoleh.
  3. Bahasa yang sesuai dengan kalimat-kalimat yang mudah dipahami.
    Google telah menyediakan sebuah perkakas penerjemah bahasa. Rasanya tidak perlu lagi mencampur-aduk ejaan dan gramatika untuk tujuan tertentu kecuali istilah dan singkatan yang memang harus ditulis sesuai aslinya.
    Menempatkan diri sebagai seorang pembaca adalah latihan paling efektif untuk belajar menulis konten yang baik. Membayangkan raut muka orang yang membaca sesuatu yang tidak mudah ia mengerti adalah kunci bagaimana menyajikan konten yang baik dalam sebuah tulisan.
  4. Masih ingat tentang kerangka karangan ?
    Sesuatu yang sepele tapi jika tidak diperhitungkan akan mempengaruhi sebuah tujuan. Menulis tanpa alur yang jelas, klimaks dan anti-klimaks yang rancu, akan menyulitkan pengunjung saat menarik sebuah kesimpulan tentang sebuah konten.
    Makin sulit sebuah tulisan dipahami rasanya makin malas pula pengunjung melanjutkan apa yang sedang dibacanya.

Hmm,.. Rasanya mengingat-ingat pelajaran mengarang cukup sampai disini. Masing-masing pribadi pasti punya kelebihan dan kekurangan dalam pelajaran ini.
Semoga bermanfaat dan Selamat menulis konten dengan baik.

Menulis sebuah konten yang baik (Masih Belajar)

Published on : Oct 28, 2009. Last modified at : Nov 29, 2009.


Click to share on twitter , digg it, or save this article to del.icio.us.

article Navigation

Related to “Menulis sebuah konten yang baik (Masih Belajar)”.

3 Opinion for “Menulis sebuah konten yang baik (Masih Belajar)”.

tutorial jika ditulis ulang dengan gaya tersendiri, malah bisa lebih mudah dicerna. jika bisa membahasakan dengan lebih mudah, itu baru profesor. :D

masih pake bahasa gaul mas saya.. hehe

@Dani ;
Selalu berkeinginan menterjemahkan saran dan masukanmu,.. jujur :)
Tetapi selalu terbentur pada kemampuan berpikir, jadi pelan-pelan ngajarinnya. :D
Sebuah anugerah ketika mendapatkan teman yang benar-benar menjadi teman. Makasih Rayimas Dokter.

@Abid :
Saya tidak bermaksud menyalahkan siapapun, tagline “nge-Blog itu juga seni” tidak didapat begitu saja khan ?!? Itulah roh yang dimaksud Google (mungkin) :D
Kurang dan lebihnya sekali lagi maaf,..
Mmm,.. diatas Abid ada yang lebih bisa menjelaskan. :)

Leave an Opinion

Important : LOW isn't intended to on topic opinions, just be polite. You may use strict markup only. Opinions failing these requirement will be edited. Spam opinion won't get published.
Please, enter your real name and your valid email address (in required field). Don't worry, i'll kept your email private.










Random Learning