Google’s SEO pada Struktur URL

seo-url-structureMelanjutkan kembali belajar optimasi website, blog supaya ramah dengan lingkungan mesin pencari, spider crawl dan robot. Posting ketiga dasar-dasar SEO ini adalah tulisan tentang URLs Structure atau struktur URL pada situs, weblog yang diinginkan dan disukai oleh mesin pencari (baca: especially Google).

Sekilas tentang URL (Uniform Resource Locator)

Definisi singkat URL (Uniform Resource Locator) dalam dunia komputasi sesuai maksud pertama kali bapak WWW – Tim Berners Lee sebenarnya sebagai berikut (mudah-mudahan tidak salah, Apabila salah tolong dibetulkan), Universal Resource Locator adalah sebagai bagian dari Uniform Resource Identifier (URI) yang berfungsi untuk menentukan letak sebuah sumber dengan cara pengidentifikasian sumber serta mekanisme untuk mengambil sumber tersebut. Namun dalam perkembangan penggunaannya secara umum pada dokumen-dokumen teknis dan diskusi verbal, URL sering salah digunakan sebagai sinonim untuk URI. Dan pada akhirnya justru URI (Uniform Resource Identifier) yang sering disebut sebagai alamat Web secara umum.

Mungkin hal ini yang memicu dibuatnya definisi tersendiri tentang URLs as Locator, bahwa dalam arti teknis yang ketat saat ini, sebuah URL adalah sebuah URI dengan catatan, "Selain untuk mengidentifikasi sebuah sumber, juga harus menyediakan sarana untuk mencari sumber tersebut dengan menjelaskan mekanisme akses utamanya (misalnya : 'lokasi' jaringan)."

Penjelasan URL rasanya cukup sampai disini, mudah-mudahan nanti punya waktu untuk menulis lebih terperinci.

Sebelum melanjutkan tulisan Improving Pretty and Friendly SEO of URLs structure. Sejenak kita bernostalgia tentang sesuatu yang sebenarnya buruk, tapi pasti pernah dilakukan dalam sebuah masa di bangku sekolah. Nostalgia yang dimaksud dalam tulisan ini adalah saat nekad untuk memiliki buku catatan sekolah yang all in one, dengan alasan sebuah kemalasan, malas pundak terbebani tas yang penuh dengan diktat mata pelajaran. Saran untuk pembaca yang masih duduk dibangku sekolah, “Please, hilangkan kebiasaan mencatat semua mata pelajaran dalam satu buku atau bahkan mencatat dalam selembar kertas HVS, atau kebiasaan buruk itu akan merepotkan anda saat bekerja nantinya”. Membiasakan diri untuk belajar tertib dan rapi dalam mengelola sesuatu disekolah sebenarnya inti dari pelajaran-pelajaran di bangku sekolah, dan catatan all in one tersebut jelas-jelas bukan sebuah metode pengelolaan yang baik untuk diri sendiri, guru pengajar dan teman yang mau meminjam atau menyalin.

Seperti analogi kalimat terakhir paragraf diatas, membuat kategori dan nama file yang jelas untuk sebuah dokumen didalam website, blog adalah sesuatu yang sangat penting bagi pemilik site, weblog dalam proses pengelolaan dokumen-dokumen yang dimilikinya (baca: keuntungan untuk diri sendiri). Pengorganisasian dokumen yang baik juga membantu proses penelusuran crawling oleh search engine (baca: jika ada sebagian guru yang kadang suka memeriksa cacatan anak didiknya ? harap dicatat ‘Google selalu melakukannya‘ !). Dan terakhir adalah keuntungan pada saat ada teman yang ingin meminjam atau menyalin catatan tersebut. Setiap dokumen yang memiliki struktur URLs yang baik (Pretty and Friendly structure) akan mempermudah proses pembuatan link untuk dokumen bersangkutan.

URLs yang terlalu panjang dengan sedikit kata yang mudah dimengerti oleh bahasa manusia (pengunjung) dan berisi sebaris kode-kode ter enskripsi bisa jadi sangat membingungkan baik dalam mengartikan atau pada saat akan membuat link untuk dokumen dengan URLs tersebut, terutama ketika akan menggunakannya sebagai anchor text.

Dalam dunia search engine Google, selain mengambil dari title dokumen dan snippet, URL juga akan ditampilkan sebagai bagian dari hasil pencarian dengan warna hijau dan penebalan pada kata-kata yang sesuai dengan query pengguna. Meskipun Google menjelaskan bisa melakukan crawling segala bentuk dan model struktur URL, tetapi Google tetap menyarankan untuk membuat struktur URL sesederhana mungkin, sederhana dari sisi “pengunjung” dan search engine.

Berikut adalah penjelasan singkat bagaimana belajar membuat struktur URL yang baik :

  1. Menggunakan kata dalam URLs

    URLs dengan kata-kata yang relevan dengan content akan memudahkan navigasi site, weblog. Sehingga menghindari hal-hal berikut adalah penting:

    • Membuat URLs terlalu panjang dengan menggunakan ID, parameter yang tidak perlu.
    • Menggunakan URLs halaman atau content yang di generate secara default (oleh CMS)
    • Membuat pengulangan kata kunci dan menggunakannya sebagai URLs
  2. Struktur direktori yang sederhana

    Untuk memudahkan pengelolaan semua content sebuah website, blog sebaiknya membuat dan menggunakan direktori. Selanjutnya menyertakan struktur direktori sebagai bagian dari URL sebuah content, Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

    • Meskipun direktori penting, tetapi membuat struktur direktori dengan sub direktori terlalu panjang juga bisa menjadi sebuah masalah.
    • Menggunakan nama direktori yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan content yang ada didalamnya.
  3. Satu URL untuk Satu Dokumen

    Google menjelaskan hal ini sebagai reputasi content sebuah dokumen karena URL. Sebuah content yang bisa diakses dengan lebih dari satu URL sangat tidak disukai Google. Dan solusi yang disarankan jika terpaksa harus ada pengunjung yang bisa mengakses sebuah content dengan URLs yang tidak disediakan sebagaimana seharusnya adalah dengan membuat setting 301 redirect from non-preferred URLs to the dominant URL, Yang perlu dihindari adalah :

    • Membuat sebuah halaman pada subdomains dan halaman pada root direktori yang bisa mengakses sebuah content yang sama (contoh: “belajar-tentang.com/seo url structure.htm” dan “optimasi.belajar-tentang.com/seo url structure.htm”).
    • Mencampur www dan non-www pada struktur internal link sebagai bagian dari URLs.
    • Menulis URLs dengan huruf besar.

Menyinggung sedikit tentang validasi w3c, Google tidak pernah menjelaskan apakah sebuah halaman harus valid atau tidak, tetapi nyatanya dalam beberapa penjelasan tentang SEO URLs structure tersirat bahwa unsur-unsur valid ada didalamnya. Semakin bersemangat bermimpi, "Go W3C valid, Indonesian Pages".

Google’s SEO pada Struktur URL

Published on : Oct 17, 2009. Last modified at : Apr 07, 2010.


Click to share on twitter , digg it, or save this article to del.icio.us.

article Navigation

Related to “Google’s SEO pada Struktur URL”.

5 Opinion for “Google’s SEO pada Struktur URL”.

Sepertinya benar, Google tidak menyebutkan secara eksplisit bahwa valid tidaknya halaman Web itu berpengaruh pada SEO.

Perwakilan/orang dalam Google juga terlibat dalam penyusunan Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0. Walau tidak dengan bahasa teknis, Google sepertinya juga menyetujui aksesibilitas dan usability URL/URI.

Tapi sebagai pengguna, saya berharap, hasil pencarian di Search Engine Result Pages (SERPs) mampu mencantumkan tanggal penyajian/pemutakhiran tulisan di Web. Tanpa pengguna mesin pencari harus memasukkan kata kunci keterangan waktu. Bermanfaat saat penelusuran informasi terkait waktu yang terbatas, misal: pengumuman CPNS (tahun berapa?), lomba blog (kapan?), tips WordPress (versi mana?), kopdar(kapan?), dll. :)

Karena kustomisasi URL saat ini sudah banyak meniadakan keterangan waktu di URL.

Karena kustomisasi URL saat ini sudah banyak meniadakan keterangan waktu di URL.

Pada, awalnya saya juga berkeinginan menggunakan setting ‘permalink’ seperti yang mas gunakan. Tetapi pada detik-detik akhir karena terbawa arus,.. yach.. apa mau dikata ? :D

Saya pribadi sebenarnya justru menghargai setting url yang menyebutkan detil waktu sebuah content ditulis/update. Sekali lagi karena side22 sudah berubah wacana sebagai tempat untuk benar-benar belajar sesuatu (maksimal buat saya sendiri), ya sudahlah,.. ikut terjun bebas. :)

Sedikit report, wacana ini berubah sejak saya mengetahui betapa beratnya mengangkat sebuah uri yang ternyata sebelumnya sudah pernah digunakan dan entah untuk apa. Sayangnya waktu itu nekad saya ambil karena memang sudah diangankan sejak pertama.

Mudah-mudahan ada waktu untuk membuat yang baik dan benar sesuai kehendak hati, setelah menyelesaikan proses belajar. (klo juga bisa menyelesaikannya ?!?) :D

Sangat menarik artikelnya…bisa buat belajar nih..makasih ya mas…

terima kasih atas ilmunya

Benar sekali tuh, dan saya saat ini sedang mencari tutorial untuk mengubah struktur link sehingga memenuhi standard SEO.

Bisa bantu?

Terimakasih

Leave an Opinion

Important : LOW isn't intended to on topic opinions, just be polite. You may use strict markup only. Opinions failing these requirement will be edited. Spam opinion won't get published.
Please, enter your real name and your valid email address (in required field). Don't worry, i'll kept your email private.










Random Learning