Better anchor text ( for better SEO ? )

learning-anchor-text-for-seoKecuali sebuah tulisan, konten dan posting hanya sebatas sebuah dokumentasi pribadi, untuk dikonsumsi sendiri dan tidak ingin dibaca oleh orang lain, maka mempelajari dan membiasakan diri menulis anchor text yang baik bukan sebuah keharusan.
Tetapi, belajar HTML artinya belajar menuliskan kode-kode HTML yang tersedia tanpa kecuali termasuk mempelajari anchor tag yang baik, yang benar dan yang valid menurut W3C.

Definisi tag <a> (anchor tag) dan penggunaan

HTML menggunakan tag <a> untuk mendifinisikan sebuah anchor (pengait). Dalam membuat sebuah pengait, berdasarkan tujuannya secara umum dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

  1. Menunjuk ke dokumen lain, dengan menggunakan atribut href. Dan dalam penulisan atribut href berdasarkan dokumen yang dikaitkan atau kemudian sering disebut sebagai sebauh link (tautan) atau hyperlink, dibedakan menjadi :

    1. Link Relatif : Dokumen lain yang ditautkan berada pada domain yang sama.
    2. Link Absolut : Dokumen lain yang ditautkan berada pada domain yang berbeda.
  2. Menunjuk ke bagian lain dalam dokumen yang sama, dengan menggunakan atribut name.

Bentuk standar sebuah link jika belum dikustomasi dengan CSS adalah sebagai berikut :

Sedangkan Anchor Text, dapat didefinisikan sebagai sebuah teks yang dipergunakan sebagai pengait dokumen yang diletakkan atau dituliskan diantara tag <a> (anchor tag). Untuk memperjelas tentang Anchor Tag dan Anchor Text, berikut adalah contoh penulisannya :

<a href="..." atribut1 atribut2 atributN >anchor text</a>

Atribut-atribut yang ditulis diatas bersifat optional. Untuk contoh konkretnya, silahkan klik "view" | "source / page source" pada menubar browser, dan temukan beberapa tag <a> dengan beberapa atribut yang mengikutinya.

Sedikit catatan untuk halaman HTML dengan tipe dokumen DTD Strict :
Atribut target sudah tidak disarankan untuk dipergunakan.

Belajar bijaksana dengan Anchor text

Anchor text sebenarnya masih merupakan bentuk navigasi sebuah website, jika dilihat dari sisi penggunaannya. Maka melengkapi tulisan Navigasi website yang baik, berikut adalah acuan singkat bagaimana membuat sebuah anchor text yang baik :

  1. Anchor text sebaiknya seharusnya deskriptif

    Memilih teks yang memberikan diskripsi singkat halaman yang di tautkan, akan mempermudah dan membantu pengunjung menemukan lebih banyak informasi yang mereka perlukan. Untuk hal tersebut, sebaiknya menghindari penulisan teks pengait seperti berikut :

    1. Membuat Anchor text dengan kata yang terlalu jamak seperti klik di sini, Artikel ini.
    2. Membuat teks yang tidak berhubungan sama sekali antara topik konten dengan topik halaman yang di tautkan.
    3. Menggunakan URL sebuah halaman secara utuh sebagai Anchor text. (Kecuali untuk keperluan yang masih bisa di tolerir, seperti mempromosikan dan merefrensikan sebuah website baru.)

    Menyikapi point ke-3, ketika dalam perjuangan (Dear Dani, aku pinjam frasemu :D ), belajar tentang anchor text dan anchor tag ini sangat bermanfaat sekali.

  2. Anchor text harus singkat, padat dan ringkas.

    Berhubungan dengan navigasi website dengan sebuah teks, jelas tidak bermanfaat masuk akal apabila membuat sebuah teks pengait yang panjangnya lebih dari satu kalimat atau bahkan sebuah paragraf pendek.

  3. Tampilan Anchor text harus lain daripada yang lain

    Berhubungan dengan accessibility lagi, Ada beberapa pengunjung yang tidak bisa membedakan antara sebuah teks biasa dan sebuah teks pengait. Untuk hal ini, sebaiknya menghindari penggunaan CSS atau text styling yang berlebihan yang justru menghilangkan maksud dibuatnya sebuah link. (sesuatu yang harus segera dibenahi pada side22 dot com – sadar diri sebelum dikritisi pakar-pakar :D)

  4. Anchor Text pada Internal link > Eksternal link

    Setelah memahami cara membuat dan menggunakan teks pengait untuk membuat tautan ke luar halaman website. Google menegaskan bahwa belajar membuat teks pengait yang baik yang merujuk ke dokumen lain dalam sebuah halaman sendiri (internal link) lebih disarankan. Atau dengan kata lain link relatif lebih bermanfaat dibandingkan link absolut, mulailah dari hal tersebut dengan catatan :

    1. Tidak menggunakan kalimat berisi kata kunci secara berlebihan hanya untuk kepentingan search engines.
    2. Tidak membuat link (sebagai sebuah navigasi) yang tidak perlu dan tidak membantu pengunjung sama sekali, pada saat pengunjung ingin mencari lebih banyak sebuah informasi terkait.

Demikian tentang Anchor text yang baik yang sesuai Google SEO Guidelines dan yang valid menurut W3C. Kurang dan lebihnya harap maklum.

Better anchor text ( for better SEO ? )

Published on : Oct 31, 2009. Last modified at : Apr 25, 2010.


Click to share on twitter , digg it, or save this article to del.icio.us.

article Navigation

Related to “Better anchor text ( for better SEO ? )”.

3 Opinion for “Better anchor text ( for better SEO ? )”.

Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya:

a) Apakah masih perlu membuat self-linking pada halaman posting? Misal: post-title, anchor text khusus yang berbeda-beda tapi semuanya menuju ke halaman yang sedang dibaca/dibuka ini.

b) Apakah tautan ke tag dan kategori pada konten, dengan anchor text khusus, lebih usable bagi pengguna? Dibanding tautan langsung ke posting?

Selamat berjuang! :D

Justru saya yang semakin bingung, karena yang biasanya memberikan ulasan malah bertanya-tanya. :) :D
1. Pertanyaan saya adalah, “Bagaimana jika sebuah situs sengaja dibuat dengan tidak menggunakan sistem pembangun CMS ?”. Misalnya sebuah situs dibuat pada jaman pra web 2.0. Hanya berisi satu halaman statis, kemudian ditambah dan diupdate. Dengan catatan, tetap mengabaikan penggunaan CMS pada setiap updatenya, Maka self-linking sepertinya tetap sebuah andalan pada konteks navigasi.
2. Hampir semua CMS yang naik daun, menjadikan tag, kategori sebagai sebuah fitur. Mungkin keduanya memang dianggap perlu oleh founder dan developernya.
Tentang usable atau tidak ? itu bagian-mu Rayimas Dokter. Tapi sebagai yang pernah menyinggung tentang “kemalasan pengunjung pada sidebar yang tumpang tindih antara kategori, tag cloud dan Iklan”, mungkin tag cloud dan kategori pada kasus tersebut bisa disinonimkan dengan kata “sedikit tidak usable”.

Saya lagi bermain dengan “trial-trial”an, mencari tahu sendiri format paling pas untuk menavigasikan pengunjung side22(dot)com.
Maaf kalau ada jawaban yang keliru.
Tapi saya selalu salut untuk kejelian Rayimas.

jika ternyata tautan tag di konten, tag cloud, kategori, dan sebagainya itu bermakna statistiknya, mungkin patut dipertimbangkan untuk konversi selanjutnya. :)

Leave an Opinion

Important : LOW isn't intended to on topic opinions, just be polite. You may use strict markup only. Opinions failing these requirement will be edited. Spam opinion won't get published.
Please, enter your real name and your valid email address (in required field). Don't worry, i'll kept your email private.










Random Learning