Suplemen SEO (5 Aturan Website Design)

seo-on-web-designPada akhirnya, apakah pengunjung yang membuka website kita adalah pengunjung-pengunjung yang telah kita targetkan sebelumnya ? Rasanya akan banyak melesetnya. Untuk mengantisipasi pengunjung yang ternyata bukan dari target yang telah kita tentukan, berikut adalah beberapa tips dan aturan penting untuk memastikan desain website kita sudah baik.

Aturan design website berikut adalah materi pendukung untuk memastikan performa optimal sebuah website, agar pengunjung yang mendatangi website kita merasa di perhatikan dan di utamakan (jadi ingat service with impact). Sekali lagi, kecuali sebuah website hanya untuk di konsumsi sendiri, maka perhatian pada setiap detik, setiap menit sebuah kunjungan, bisa di abaikan.

  1. Sebaiknya menghindari design dengan halaman splash.Halaman splash adalah halaman pertama yang bisa dilihat ketika tiba di sebuah website dari url utamanya. Halaman splash ini biasanya berisi gambar-gambar yang cantik, indah dengan beberapa kata-kata atau kalimat pendek seperti “selamat datang” atau “klik disini untuk masuk”.

    Tetapi pada kenyataanya, halaman ini hanyalah sekedar sebuah halaman. Tidak ada nilai lebih didalamnya kecuali “hanya satu buah navigasi” yang sebenarnya bisa ditiadakan. Dengan halaman splash, anda tidak sengaja memberikan pintu berlapis untuk tamu yang ingin berkunjung. Perlukah ?

  2. Belajar bijaksana dengan design website pada iklan banner yang berlebihan.Melakukan evaluasi pada pemasangan iklan berwujud banner afiliasi perlu dilakukan. Adakah sebuah keharusan untuk memasang banner tersebut ? Pada beberapa kasus, tumpukan banner justru akan memberatkan proses loading sebuah website. Pertanyaannya adalah berapa persen pengunjung mau bersabar menunggu proses tersebut selesai hanya untuk sebuah informasi ?.

    Menyediakan konten yang lebih berharga dan membuat tautan afiliasi yang relevan pada sebuah konten rasanya lebih bijaksana. Dan beberapa yang cerdas telah melatih diri untuk mengabaikan iklan banner yang berlebihan, untuk menghilangkan kesan real estate sebuah website.

    Pakar-pakar marketing juga memberikan petunjuk, “Biarkan pengunjung merasa bahwa mereka yang berkeinginan untuk membeli dan bukan merasa dipaksa untuk membeli”.

  3. Usahakan design site dengan navigasi yang simple dan jelas.Meniadakan navigasi menu berbasis flash yang rumit dan atau multi-tiered menu dropdown akan lebih baik. Pada alasan estetika, memang tujuan ini tercapai, tetapi jika pengunjung tidak tahu cara melakukan navigasi pada website kita, maka menit berikutnya pada sebuah kunjungan adalah sebuah angan-angan.

    Membuat navigasi yang sederhana dan sangat mudah sehingga seorang anak kecil sekalipun bisa mengetahui cara menggunakannya tentu akan jauh lebih baik.

  4. Memberikan indikasi yang jelas pada keberadaan pengunjung.Pada saat pengunjung mulai menikmati browsing didalam sebuah situs, maka hal yang paling baik untuk dipersiapkan adalah memastikan bahwa pengunjung tersebut mengetahui keberadaanya didalam situs. Pada bagian mana ? Pada halaman ke berapa ? dan sejenisnya. Sehingga ketika mereka merasa menemukan apa yang dicari dan ingin menelusuri informasi yang relevan atau menavigasi ke bagian yang lain, tidak akan merasa kebingungan. Ingat confusion means “abandon ship”!
  5. Jangan menganggu kenyamanan pengunjung dengan audioPada beberapa konteks aksesibilitas, audio memang perlu dipasang pada website, dengan catatan tidak mengganggu kenyamanan pengunjung yang sudah merasa nyaman berlama-lama didalam website membaca konten-konten yang ada.

    Hindari pemasangan audio yang terus menerus mengalami perulangan didalam sebuah website, karena hal ini justru akan mengganggu. Apabila sebuah audio atau visual harus dipaksakan ada, sebaiknya memiliki tombol kontrol seperti mute, stop, off, dan volume yang dapat bekerja dengan baik.

Suplemen SEO (5 Aturan Website Design)

Published on : Nov 17, 2009. Last modified at : Nov 28, 2009.


Click to share on twitter , digg it, or save this article to del.icio.us.

article Navigation

Related to “Suplemen SEO (5 Aturan Website Design)”.

3 Opinion for “Suplemen SEO (5 Aturan Website Design)”.

Yo! tips yg bagus sekali mas, terutama buat webmaster2 indonesia yg banyak mengabaikan usability website.

Pak dhe, mau tanya sebentar, mungkin OOT, atau mungkin bisa disambung-sambungin sama tulisan di atas.

saya berencana akan mengganti tema saya yang masih pakai HTML 4 menjadi HTML 5. Untuk urusan HTML 4, apalagi yg pakai markup XHTML 1.0 strict, saya rasa saya sudah sedikit menguasainya. Hanya saja perpindahan ke HTML 5 ini agak menyulitkan saya.

Kira-kira apa saja kelebihan HTML 5 ke depannya baik dari segi usability, accessibility, maupun SEO? Mohon petuah bijaknya pak dhe :D

Mas Adi…
Baca ‘petuah bijak’ jadi ngilu :) apalagi sudah kelamaan vakum. Tapi begini (opini lho ya, karena ada yang lebih tajam untuk menjawabnya mas), begini ;

  • Kebergunaan dan keteraksesan, untuk siapa dulu? Pengguna? Tidak usah dipanjangin lagi. Pengelola? Seberapa sering mas menggunakan berkas penggaya sendiri saat mengunjungi sebuah halaman?
  • Untuk SEO, saya khan sudah bikin statemen ‘merem’ mas :)

Leave an Opinion

Important : LOW isn't intended to on topic opinions, just be polite. You may use strict markup only. Opinions failing these requirement will be edited. Spam opinion won't get published.
Please, enter your real name and your valid email address (in required field). Don't worry, i'll kept your email private.










Random Learning