3 Alasan memilih NoFollow atau DoFollow

Melanjutkan tulisan tentang atribut nofollow, posting berikut adalah sebuah opini pribadi tentang pertempuran yang sangat jauh berbeda dengan pertandingan tinju atau sparing dua tim sepakbola. Ada yang menang dan ada yang kalah, ada skor yang menentukan sebuah kekalahan atau kemenangan. Perebutan gelar sebagai yang terbaik, tetap menjadi misteri. Mana yang lebih menjanjikan ? Menjadi No DoFollow nofollow atau dofollow ?.

Penasaran ?… berikut adalah alasan-alasan memilih satu diantaranya.

Webmaster yang sudah sukses dengan pilihannya masing-masing, silahkan menyalahkan, membenarkan, mengkritik tulisan ini, dan atau menambahkan alasan yang lain dalam ruang komentar.

Apa alasan memilih dofollow ?

Tiga alasan memilih atribut dofollow berikut, mungkin belum cukup untuk mewakili seratus bahkan seribu alasan lain yang ada dalam benak webmaster penganut atribut dofollow.

  1. Alasan Konsekwensi

    Siapa yang tidak ingin menghasilkan uang dari blog, weblog ?. Jika seorang webmaster menggunakan jasa hosting, maka alasan mencari uang sebagai pengganti ongkos hosting pantas dimaklumi. Faktanya, setelah trial error mencoba mengintip beberapa syarat keikutsertaan sebuah review program atau program affiliasi lain penghasil uang. Satu syarat mutlak yang biasanya harus dipenuhi sebagai anggota adalah blog yang didaftarkan harus menggunakan atribut dofollow.

    Weblog atau blog dengan atribut dofollow mempunyai kemungkinan lebih besar untuk menerima job dibandingkan dengan blog yang mengenakan atribut nofollow. Jika alasan ini adalah sebuah keterpaksaan, maka konsekwensi adalah sebuah pilihan.

  2. Alasan Popularitas

    Sehubungan dengan maraknya teori backlink, linkback atau link building, atau apalah sebutannya. Maka, sebuah blog atau weblog dengan menggunakan atribut dofollow sudah pasti akan diserbu pengunjung, minimal pengunjung yang sepaham. Hal ini dapat di lihat dari banyaknya jumlah komentar yang ada. Ini berhubungan erat dengan sebuah popularitas. Semakin banyak komentar akan meningkatkan derajat kepopuleran.

    Pengunjung awan tidak akan pernah melihat apa yang sebenarnya terjadi, dan tetap berkata, Wah, komentarnya saja banyak. Pasti ini situs bagus !.

  3. Alasan Traffic

    Dengan banyaknya kunjungan, meskipun hanya dari sesama yang sepaham, secara otomatis akan meningkatkan traffic. Mau mengakui atau tidak, statistik traffic dari Alexa tetap dijadikan pedoman beberapa webmaster sebagai tolok ukur keberhasilan penerapan beberapa materi SEO.

    Kenyataanya pula, beberapa program affiliasi, termasuk review-program menjadikan trafik tinggi sebagai salah satu syarat keikutsertaannya.

Jika ada yang bermaksud mencari pertimbangan lain untuk menjadikan blog sebagai bagian penganut atribut dofollow atau sedang belajar link building silahkan kunjungi 3 daftar-blog-do-follow-terupdate berikut dan temukan rahasia-rahasia lainnya di sana :

Apa alasan mempertahankan atribut NoFollow ?

  1. Alasan Kepatuhan

    Google SEO Guide sebagai salah satu materi yang banyak dipelajari webmaster, mempunyai subjudul, Be aware of rel="nofollow" for links.

    Meskipun ada beberapa faktor lain yang menentukan sebuah kesuksesan termasuk didalamya popularitas, traffic tinggi, dan lain-lain. Tetapi… Menjadikan sub judul tersebut sebagai sebuah konvensi bukanlah sebuah pamali. Mengikuti dan mengindahkan sebuah arahan adalah cara yang baik pula untuk menjadi baik dalam menerapkan ilmu SEO.

  2. Alasan Reputasi

    Setelah menjadikan sebuah kepatuhan sebagai sebuah alasan, maka reputasi sebagai sebuah situs yang patuh akan terbentuk dengan sendirinya, tentu didukung oleh faktor-faktor lain yang tersembunyi dibalik hal tersebut. Reputasi yang dengan jelas telah di diskripsikan google adalah reputasi sebuah halaman dalam sebuah situs. Membagi reputasi halaman tentang resep masakan kepada situs pengelola senjata api jelas tidak masuk akal khan ?.

    Beberapa master SEO menuliskan bahwa,
    PageRank sebuah domain ditentukan oleh PageRank halaman-halaman yang ada didalamnya. Bukan kuantitas link yang diperoleh, tapi kualitasnya.
    Menjadikan blog menjadi dofollow atau tetap nofollow adalah salah satu metode atau cara untuk meraih yang berkualitas tersebut.

  3. Alasan Fokus

    Mempertahankan atribut nofollow dalam sebuah situs yang fokus pada satu materi juga akan menaikkan popularitas dan reputasi situs tersebut dengan sendirinya. Ada banyak contoh weblog atau blog yang mendapatkan rapor bagus untuk kasus ini. Materi SEO yang bisa digunakan untuk menjelaskan kasus fokus ini sepertinya, Gambaran secara menyeluruh sebuah situs.

    Sebuah situs yang membahas A sampai Z tentang blog dofollow dalam semua halamannya, sudah pasti akan menjadi yang pertama untuk dikunjungi oleh orang yang ingin mencari informasi tentang cara menjadi dofollow dengan bijak. Kemudian pengunjung tersebut mengakuinya sebagai situs yang paling lengkap dan paling informatif tentang nofollow & dofollow. Karena, dalam setiap halamannya berisi tentang informasi yang ia perlukan.

    Yang terjadi kemudian adalah, orang tersebut akan mengabarkan situs tentang materi dofollow tersebut kepada sesama penganut atribut dofollow yang lain dalam komunitasnya. Mendapatkan pengunjung berikutnya ?, Kemudian peningkatan traffic pada statistik Alexa ?, lalu popularitas ? secara otomatis juga akan tercapai !

Sekali lagi, mempertahankan nofollow atau menjadikannya dofollow ? Tetap sebuah pilihan.

Pssstt… Banyak lhoh yang awalnya DoFollow, tetapi setelah cita-citanya tercapai, mendadak sontak menjadi NoFollow lagi. Hayooo Pilih yang mana ?, atau ikutan DoFollow versi side22 saja.

Update :

2010-09-18
Sejak menggunakan tema Yrrah versi 2.5.2, blog ini tidak menggunakan bilah sisi sebagai tempat menampung tautan menuju situs pengomentar. Mohon maaf.

3 Alasan memilih NoFollow atau DoFollow

Published on : Dec 11, 2009. Last modified at : Sep 18, 2010.


Click to share on twitter , digg it, or save this article to del.icio.us.

article Navigation

Related to “3 Alasan memilih NoFollow atau DoFollow”.

9 Opinion for “3 Alasan memilih NoFollow atau DoFollow”.

kalo masih kere DOFOLLOW…kalo dah tajir NOFOLLOW…so, simple…

untuk sekarang saya milih dofollow dulu aja…

Saya juga lagi bingung..mau ikut aliran yang mana? bagai buah simalakama

Melawan arus jelas menguras tenaga, tapi kalau ikut hanyut takut kebablasan kalap ya ? :)

semuanya punya hak khan mas Darma ?. Maaf agak lambat ngrespon karena ketangkep mas memet :(

Saya rasa bukan masalah besar untuk memilik nofollow (pada kolom komentar tentunya). Alasannya jelas, untuk apa membagi link demi sebuah komentar? apalagi jika link tersebut bukan link yang baik (spam). Saya rasa tidak perlu

Mas Ardian,…
Terima kasih Mas. Menguatkan saya untuk berpijak pada kata hati saya yang sebenarnya, saat kebingungan memilih antara dofollow dan nofollow.

Anyway,… komentar pending yang menggunakan abbreviasi NFL dan DFL milik mas Ardian bukan ? perlu dipublis atau tidak ?

saya masih bingung dgn istilah tersebut mas

Mas Aryo…
Istilah yang mana mas ya ?

Leave an Opinion

Important : LOW isn't intended to on topic opinions, just be polite. You may use strict markup only. Opinions failing these requirement will be edited. Spam opinion won't get published.
Please, enter your real name and your valid email address (in required field). Don't worry, i'll kept your email private.










Random Learning