Setelah menyelesaikan proses belajar SEO pada materi relevancy NoFollow, dan beropini tentang kebingungan memilih antara mempertahankan status NoFollow atau menjadikannya sebagai DoFollow pada NoFollow vs DoFollow. Sekarang saatnya memproklamirkan pilihan untuk menjadi NoFollow yang tidak pelit-pelit amat dengan mengembangkan ide penganut “u comment, i follow” menjadi “u keep commenting, i always follow”. Mau ikutan ?
Melanjutkan tulisan tentang atribut NoFollow pada SEO Guide, posting berikut adalah sebuah opini pribadi tentang pertempuran yang sangat jauh berbeda dengan pertandingan tinju atau sparing dua klub sepakbola. Ada yang menang dan ada yang kalah, ada skor yang menentukan sebuah kekalahan atau kemenangan. Perebutan gelar sebagai yang terbaik untuk dipilih ini, tetap menjadi misteri “Mana yang lebih menjanjikan ? Menjadi No-DoFollow/NoFollow atau DoFollow ?”. Penasaran ?….berikut adalah alasan-alasan memilih satu diantaranya.
Karena masih menyisakan beberapa materi belajar SEO, Sekarang waktunya untuk menyelesaikan satu opini lagi tentang SEO Guide pada pesan dan petunjuk hati-hati dengan atribut “NoFollow”. Maaf, karena bingung mencari ide untuk title yang baik pada tulisan ini, maka dengan terpaksa harus impor judul lagi, dengan mengganti “Kenapa penganut Weblog No Follow dianggap pelit ?” menjadi “Why NoFollow Weblog adherents called stingy ?”.
Side22Press is the online learning journal & portfolio of
Handoko Harry
, just a person from
Klaten, Indonesia.